RIAUMAKMUR.COM - Dalam upaya meningkatkan awareness pekerja terhadap kesehatan pendengaran dalam bekerja, Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Kilang Dumai melalui bagian Health dari fungsi kerja HSSE menggelar ‘Hearing Conservation Program’, Selasa (19/11). Kegiatan yang diikuti oleh pekerja dari unit kerja operasi ini di selenggarakan di Main Office Kilang Dumai.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Kilang Dumai, Agustiawan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan langkah konkret pihaknya dalam memperhatikan dan memastikan kesehatan pekerja maupun mitra kerja saat bekerja maupun untuk jangka panjang, khususnya yang berlokasi di area dengan risiko bahaya hazard fisika.
“Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk melindungi seluruh pekerja dan mitra kerja dari risiko bahaya kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran apabila terpapar dalam dosis yang tinggi. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap aspek HSSE sebagai ‘way of life’,” jelasnya.
Baca Juga: Bawaslu: Video Dukungan Prabowo di Pilkada Tidak Melanggar
“Hal ini juga menjadi langkah nyata kami dalam memastikan kesehatan, keselamatan dan kenyamanan pekerja saat bekerja dalam menjaga ketahanan energi nasional untuk seluruh masyarakat,” sambungnya.
Dihimpun dari Kementerian Kesehatan, kebisingan di tempat kerja dapat menyebabkan gangguan kesehatan pendengaran bila tingkat kebisingan melampaui 85 desibel selama 8 jam terus-menerus setiap hari. Sumber kebisingan di tempat kerja dapat dihasilkan dari mesin, peralatan kendaraan, dan proses industri itu sendiri.
Untuk mencegah risiko tersebut, pencegahan gangguan pendengaran di tempat kerja dapat dilakukan pencegahan secara primer dan sekunder, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan, seperti halnya yang telah dilakukan oleh PT KPI Kilang Dumai melalui komitmennya dalam penerapan standar tinggi aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environmental).
Baca Juga: 57 Tahun Berkarya, Indosat Ooredoo Hutchison Mantapkan Langkah Menuju Era AI TechCo
Lebih lanjut, Agustiawan menerangkan bahwa untuk memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja di area strategis, PT KPI Kilang Dumai telah melakukan berbagai upaya pengendalian secara menyeluruh, antara lain melakukan monitoring hazard fisika secara berkala setiap bulannya dengan mengukur level kebisingan di setiap unit kerja, Medical Checkup (MCU) audiometri, promosi kesehatan terkait hazard lingkungan kerja, dan sejumlah upaya lainnya.
Selain itu, PT KPI Kilang Dumai juga telah melengkapi dan mewajibkan para pekerja untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap ketika bekerja, salah satunya untuk pendengaran yakni ear muff dan ear plug untuk mencegah paparan kebisingan yang dapat mengganggu kesehatan pendengaran.
Pada kegiatan seminar dan workshop ‘Hearing Conservation Program’ ini, Kilang Pertamina Dumai menghadirkan Dokter Okupasi dari Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, dr. Annes Warren, M.KK., Sp. OK guna mengedukasi para pekerja yang bekerja di area yang terpapar dengan risiko bahaya kebisingan serta upaya pengendalian dan penanganan yang dapat dilakukan hingga cara yang tepat menggunakan APD pendengaran, yaitu ear plug dan ear muff.
Baca Juga: Lumajang Cetak Sejarah! Raih Penghargaan Bergengsi di Hari Aksara Internasional 2024
Dalam penjelasannya kepada pekerja Kilang Dumai, dr. Annes Warren menjelaskan efek kebisingan pada gejala awal dapat menyebabkan sakit kepala, hilang konsentrasi, gangguan kecemasan, hingga stress. Hal tersebut umumnya terjadi pada ibu rumah tangga yang terpapar suara tangisan anak-anak.
“Jika sudah terjadi gangguan pada bagian telinga tengah atau telinga dalam itu yang akan menyebabkan gangguan pendengaran, seperti tinnitus atau telinga berdengung hingga temporary threshold shift (TTS),” jelasnya.
dr. Annes Warren juga menegaskan, terkait APD untuk telinga, saat akan menggunakan ear plug, para pekerja diharuskan untuk memperhatikan aspek kebersihan.
Artikel Terkait
ASITA Riau Dukung Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat
Pemprov DKI Ajak Masyarakat Jaga Situasi Masa Tenang
Lumajang Cetak Sejarah! Raih Penghargaan Bergengsi di Hari Aksara Internasional 2024
Prabowo Ingin Belajar Makan Bergizi Gratis dari Brasil, Pengamat: Diplomasi yang Dukung Kesejahteraan Rakyat
Pengamat Nilai Debut Prabowo di G20 Berhasil Pertegas Posisi RI jadi Aktor Utama Diplomasi Dunia
Suarakan Semangat Kolaborasi, Debut Prabowo di G20 Dinilai Sukses
Pasca diberhentikan Sebagai Ketua Gerinda, Suhardiman Amby Ajak Warga Kuansing Pilih Abdul Wahid Gubernur
Umur 10 Tahun Sudah Yatim, Abdul Wahid Terharu Kenang Pesan Terakhir Almarhum Ayah.
Shen Yue Gandeng Wu Hankun di Drama Romansa Terbaru The Great Dreamer
57 Tahun Berkarya, Indosat Ooredoo Hutchison Mantapkan Langkah Menuju Era AI TechCo