RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan dan penanganan dampak bencana erupsi Gunung Lewotobi serta konflik sosial yang sempat melanda Flores Timur. Sebanyak 2.209 kepala keluarga (KK) akan direlokasi akibat bencana erupsi tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.
Suharyanto menyatakan, pemerintah telah menyiapkan dua opsi skema relokasi untuk mempermudah masyarakat terdampak dalam memulai kembali kehidupan mereka.
Baca Juga: Kemhan - BPKP Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Opsi pertama adalah relokasi terpusat, di mana pemerintah menyediakan lahan dan rumah yang sudah siap huni bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal baru.
Sementara itu, opsi kedua adalah relokasi mandiri, di mana pemerintah akan membangunkan rumah bagi warga di tanah mereka sendiri, dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur yang disiapkan oleh pemerintah.
Dari hasil pendataan sementara terhadap 776 keluarga, sekitar 10 persen memilih opsi relokasi mandiri, sementara sisanya memilih relokasi terpusat.
Baca Juga: PT PIM Gelar Survei Kepuasan Lingkungan
"Kami memberikan fleksibilitas bagi masyarakat agar mereka dapat memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka,” ujar Suharyanto dalam keteranganya, Kamis (21/11/2024).
Pemerintah berharap kedua opsi ini dapat mempercepat proses relokasi, memberikan kenyamanan bagi masyarakat, serta meminimalisir dampak bencana serupa di masa depan.
“Proses pendataan relokasi terus dilakukan oleh BNPB, melalui dialog langsung dengan warga. Pemerintah memastikan bahwa upaya pemulihan akan terus dipantau dan disinkronkan agar warga yang terdampak bencana dapat segera memulai kehidupan baru di tempat yang lebih aman,” kata Suharyanto.
Baca Juga: Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Tata Kelola SPK 2024
Tiga lokasi potensial untuk relokasi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi telah diajukan oleh pemerintah daerah.
Lokasi pertama adalah Botongkarang/Noboleto, yang dapat diakses dengan kendaraan roda dua, dan cocok untuk relokasi warga dari Desa Dulipali (223 KK), Desa Nobo (415 KK), dan Klatanlo (346 KK). Lokasi ini berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Lewotobi, sehingga dinilai aman.
Lokasi kedua adalah Wukoh Lewoloroh, yang terletak di perbatasan Flores Timur dan Sikka. Relokasi di kawasan hutan lindung ini akan mencakup Desa Boru (369 KK) dan Hokeng Jaya (457 KK).
Artikel Terkait
Menteri Kebudayaan: Piala Citra Tak Hanya Simbol Apresiasi
Wapres Minta Pelaksanaan Pilkada Tak Ada Kekerasan
Mentan Amran Siapkan Mentor untuk Petani Milenial
Laksanakan Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan, Polres Blora Gandeng Pemda dan Kelompok Tani
Apresiasi Pelaku Usaha Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pemko Banjarbaru Berikan Penghargaan
Pemprov Kalsel Optimis Dapat Targer MCP dari KPK Dengan Nilai 90
Disdikpora PPU Gelar Kejuaraan Catur Tingkat Pelajar Tahun 2024
Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Tata Kelola SPK 2024
PT PIM Gelar Survei Kepuasan Lingkungan
Kemhan - BPKP Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan