Kemkomdigi Ikut Luncurkan Program Studi Baru DCMA

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Minggu, 24 November 2024 | 12:15 WIB
Swiss German University (SGU) menggelar acara peluncuran Program Studi Digital Communication and Media Arts, sebagai program studi baru, Sabtu, (23/11/2024). (RRI)
Swiss German University (SGU) menggelar acara peluncuran Program Studi Digital Communication and Media Arts, sebagai program studi baru, Sabtu, (23/11/2024). (RRI)

RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Komunikasi dan Digitalitasi (Kemkomdigi) ikut meluncurkan Digital Communication and Media Arts (DCMA) sebagai program studi baru Sabtu (23/11/2024).

Dalam hal ini Swiss German University (SGU) menjawab penetrasi internet 2024 di Indonesia mencapai 79,5 persen.

Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Komunikasi SGU, Nila Krisnawati mengatakan peluncuran Program Studi DCMA di SGU ini dihadiri oleh pakar industri komunikasi digital. Bahkan dari Kementerian Komdigi.

Baca Juga: APBD Kota Padang 2025 Disepakati Rp2,86 Triliun, Siap Dukung Program Prioritas

Nila menjelaskan kehadiran program studi DCMA di SGU ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga profesional. Khususnya yang terampil dibidang komunikasi digital, produksi konten kreatif serta integrasi teknologi.

Sebab, revolusi digital membawa perubahan yang signifikan dalam aspek komunikasi, konsumsi informasi dan berinteraksi sosial. Kehadiran teknologi internet, kecerdasan buatan (AI) serta big data menjadi tantangan sekaligus potensi baru dibidang komunikasi media.

"Konsentrasi DCMA bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan pola pikir inovatif. Sehingga mereka siap bersaing di dunia komunikasi dan media digital yang terus berkembang," ujarnya

Baca Juga: Tiket Kereta Nataru Laris Manis, 48.000 Terjual dalam Beberapa Hari

Nila menjelaskan, DCMA ini berfokus pada strategic communication (SC) serta menawarkan program dual degree dengan Ming Chuan University (MCU) yang terletak di Taipei, Taiwan. "MCU merupakan universitas Asia pertama yang diakreditasi di Amerika Serikat," ucapnya.

Kepala Program Studi GSC, Loina Lalolo Krina Perangin-angin menjelaskan program studi DCMA ini sangat penting, mengingat penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5 persen. Bila kikinversi sekitar 210 juta jiwa dengan 60 persen di antaranya aktif dimedia sosial.

"Hal ini menjadikan Indonesia peringkat keempat di dunia. Tentunya dalam hal penggunaan digital," kata Loina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X