RIAUMAKMUR.COM - Pj Gubernur Riau (Gubri) Rahman Hadi menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada rapat koordinasi Asosiasi Daerah Penghasil Migas Dan Energi Terbarukan (ADPMET) 2024 yang diselenggarakan di Hotel Discovery Kartika Plaza Bali, Kamis (5/12/24).
Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat sektor energi di daerah penghasil migas dan energi terbarukan ini dihadiri oleh gubernur, bupati, dan wali kota daerah penghasil migas di Indonesia.
Dalam sambutannya, Pj Gubri menyampaikan bahwa sebagai organisasi yang strategis, ADPMET memiliki peran yang sangat besar dalam mengoptimalkan dan memberdayakan sektor energi, khususnya minyak, gas bumi, dan energi terbarukan.
Baca Juga: Polri Bertekad Pertahankan Opini WTP pada 2024
Dia menerangkan, semua ini bertujuan untuk mendorong pembangunan daerah dan memastikan kemandirian energi yang berkelanjutan, sejalan dengan kepentingan negara kesatuan Republik Indonesia.
"Dalam kesempatan ini, kita akan membahas langkah-langkah konkret yang dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui sinergi antara pemerintah, daerah penghasil migas dan energi terbarukan, serta BUMD," ujarnya.
Rahman Hadi melanjutkan, pemerintah daerah telah mengambil beberapa langkah untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Operasikan 47,6 KM Tol Baru Jelang Nataru
Adapun beberapa langkah strategis tersebut antara lain meningkatkan peran daerah dalam kebijakan energi, dengan peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH), desentralisasi pengelolaan energi, dan penyelarasan kebijakan antara pusat dan daerah.
Selanjutnya, optimalisasi Sumber Daya Migas, termasuk pemanfaatan gas alam domestik, revitalisasi lapangan migas tua, serta pengembangan infrastruktur energi yang efisien.
"Pengembangan energi terbarukan, dengan identifikasi potensi daerah dan dukungan finansial serta teknologi bagi pengembangan energi terbarukan di daerah penghasil," ujarnya.
Baca Juga: BPS: Unit Usaha Indonesia Banyak di Sektor Pangan
Pj Gubri menambahkan, peran lainnya adalah peningkatan infrastruktur energi, termasuk pembangunan jaringan gas antar daerah dan pembangkit energi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan utama.
Serta kolaborasi multistakeholder, yang melibatkan kerjasama dengan sektor swasta, internasional, dan masyarakat lokal dalam pengembangan energi di daerah.
"Semoga rapat koordinasi ini memberikan hasil yang positif untuk kemajuan energi Indonesia, dan tentunya, untuk kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil migas," tutupnya.
Artikel Terkait
Dukung Progam Panglima TNI, Yonif 132/BS Salo Lakukan Panen Ikan Patin Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan
Muliardi: Birokrasi yang Bersih dan Transparan akan Tingkatkan Kinerja Kemenag
Ibu-ibu PKK Riau Diajak Jadi Agen Perubahan untuk Keselamatan Berlalu Lintas
Zuliana Rahman Hadi: Peran Ibu-ibu PKK Sangat Penting dalam Keselamatan Berlalu Lintas
Jelajahi Keindahan Tanjung Lapin di Rupat Fest
Waspada, Cuaca Ekstrem Terjadi saat Nataru 2024-2025
BPS: Unit Usaha Indonesia Banyak di Sektor Pangan
Komdigi Blokir Akun IG Promo Judol Ribuan Pengikut
Pemerintah Operasikan 47,6 KM Tol Baru Jelang Nataru
Polri Bertekad Pertahankan Opini WTP pada 2024