Pemerintah Temukan Fakta Berbeda soal Impor Bawang Putih

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Senin, 23 Desember 2024 | 10:00 WIB
Ilustrasi pedagang bawang dipasar. (ANTARA)
Ilustrasi pedagang bawang dipasar. (ANTARA)

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah melalui Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Edy Priyono mengungkapkan, fakta berbeda soal impor bawang putih. Perihal ini, akan dilakukan evaluasi khususnya kebijakan impor untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi.

Edy menyebutkan, 95 persen kebutuhan bawang putih Indonesia masih bergantung pada impor. Dalam rapat, sejumlah pengusaha mengklaim harga bawang putih di Cina mahal.

Namun, fakta menunjukkan sebaliknya. Harga grosir bawang putih di Cina stabil.

Baca Juga: Komisi II Jawab Isu Wacana Perubahan Status KPU

"Maksimal 1,1 dolar AS per kilogram," ucap Edy dalam keterangannya, Minggu (22/12/2024). Ia menegaskan, harga tersebut tergolong normal dan bukan penyebab utama mahalnya bawang putih di Indonesia.

Karena itu, ia kembali memastikan, pemerintah akan mengevaluasi berbagai aspek terkait impor bawang putih tersebut. "Distribusi dan realisasi impor perlu diperbaiki agar lebih efisien," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X