RIAUMAKMUR.COM - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Edy Priyono, menyoroti kenaikan harga minyak goreng di pasaran. Ia menyebutkan rantai distribusi yang panjang sebagai salah satu penyebabnya.
Edy juga mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam distribusi minyak goreng. Minyak kemasan Minyakita diduga bocor ke pasar minyak curah, yang harganya lebih tinggi.
Selain itu, ada indikasi minyak curah domestik rembes ke pasar ekspor. Kondisi ini semakin memperburuk ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.
Baca Juga: Museum PDRI Resmi Dibuka, Jadi Ikon Sejarah dan Kebudayaan di Sumatra Barat
Edy menekankan pentingnya penanganan disparitas harga yang rendah sebagai kunci evaluasi. "Disparitas rendah menunjukkan persoalan utama ada pada pasokan," katanya.
Ia juga mengkhawatirkan bahwa pasokan Domestic Market Obligation (DMO) tidak sepenuhnya tersalurkan ke minyak kemasan. Rembesan ke pasar lain membuat DMO tidak efektif meningkatkan pasokan minyakita.
Untuk itu, Edy berharap Kementerian Perdagangan dapat mendalami masalah ini. "Kekhawatiran kami perlu diverifikasi agar pasokan minyak lebih terkendali," ucapnya.
Artikel Terkait
Lirik Lagu Remix Berondol Sawit Panen di Bawah Batang
Wapres: Stasiun Kereta Cepat Karawang Siap untuk Mobilitas Nataru
Komisi II Jawab Isu Wacana Perubahan Status KPU
Museum PDRI Resmi Dibuka, Jadi Ikon Sejarah dan Kebudayaan di Sumatra Barat
Kapal KM Sinabung Tawarkan Hiburan Menarik untuk Penumpang
Cak Imin Jatahi Program MBG Ponpes Rp10 Ribu
Menghadapi Ombak Besar: Cerita Mahasiswa di Perjalanan Laut
Menaker: Penerapan PPN 12% Tidak Mengabaikan Pelindungan Pekerja
Wapres Sapa Warga Permukiman Padat Babakan Penghulu
Indosat Perkuat Nias dengan Jaringan 4G Super Cepat, Siap Hadirkan Kecepatan Internet Tanpa Batas