Optimis Bertumbuh, Menhub Dudy Ungkap Strategi Pengembangan Bandara Kertajati ke Depan

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Senin, 13 Januari 2025 | 08:00 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi. (Kemenhub)
Menhub Dudy Purwagandhi. (Kemenhub)

RIAUMAKMUR.COM - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, optimis bahwa kawasan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka akan berkembang mengingat potensi yang dimiliki bandara tersebut.

Untuk itu, dirinya pun terus mendorong optimalisasi Bandara Kertajati guna mendukung konektivitas dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

"Bandara Kertajati ini memiliki potensi yang bagus. Kami dari Kemenhub akan mendukung segala upaya yang dilakukan untuk mengembangkan bandara Kertajati," ujarnya sebagaimana dikutip InfoPublik pada Jumat (10/1/2025).

Baca Juga: Menhub Bahas Peluang Rute Penerbangan dari UEA ke Bandara Komodo di Labuan Bajo

Sepanjang 2024, pergerakan penumpang dari dan menuju Bandara Kertajati sebanyak 413.240 penumpang. Sebesar 82,8 persen merupakan penerbangan domestik, sementara 17,2 persen merupakan penerbangan internasional.

"Angka pergerakan penumpang tersebut naik tiga kali lipat dibanding 2023 yang sebesar 135.535 penumpang," ungkap Menhub.

Sementara itu, jumlah pergerakan pesawat di sepanjang 2024 sebanyak 3.411 penerbangan. Jumlah ini naik 158 persen dibandingkan 2023 yang sebanyak 1.323 penerbangan.

Baca Juga: Menhub Apresiasi Merger AP I dan II Menjadi PT Angkasa Pura Indonesia

Adapun dominasi penerbangan masih pada tujuan domestik dengan rute penerbangan terbanyak dari dan menuju Denpasar, Medan, dan Balikpapan.

"Kami sedang mengundang maskapai agar membuka rute dan melayani penerbangan secara rutin dari dan menuju Bandara Kertajati. Kawasan bandara ini juga akan dikembangkan dengan maksimal," kata Menhub.

Terdapat empat strategi utama dalam pengembangan kawasan Bandara Kertajati. Pertama adalah dengan mengoptimalkan lahan bandara seluas 1.800 hektare (ha) dengan menempatkan fasilitas strategis yang saling terintegrasi melalui satu sistem moda transportasi (APMS).

Baca Juga: Menhub Instruksikan Pelindo Percepat Penanganan Rob di Pelabuhan Tanjung Emas

Area yang akan terintegrasi adalah gedung terminal, mixed use commercial area, e-commece hub, dan Kertajati Aircraft Maintenance Center (KAMC).

Kedua, mengembangkan fasilitas non aeronautica atau mixed use commercial area yang terletak di tengah kawasan potensial bandara dengan luasan 21,9 Ha.

Fasilitas tersebut merupakan fasilitas pendukung yang menunjang kegiatan di bandara, seperti hotel, ruang acara kegiatan bisnis (Meetings, Incentives, Conventions and, Exhibitions / MICE), leisure mall, gedung parkir, dan lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X