RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menyoroti Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) yang menurutnya kurang optimal dalam memberikan kontribusi untuk daerah.
Dikatakan Edi Basri, dengan modal besar yang sudah diberikan kepada BRKS, menurutnya deviden yang diterima Pemprov belum maksimal.
Adapun deviden BRKS kepada Pemprov Riau pada tahun 2024 ini, ujar Edi Basri, adalah Rp 82,4 Miliar.
Menurut politisi Gerindra ini, salah satu faktor dividen yang kecil tersebut adalah kekosongan jabatan direktur utama dan komisaris utama yang sangat lama.
Ketidaklengkapan struktur ini tentunya mengganggu sistem kerja, apalagi kekosongan ada di puncak pimpinan.
"Ya walaupun ada direktur yang meng-handle tanggungjawab itu (Dirut), tapi tentu akan lebih optimal kalau ada yang memang khusus disana. Jadi, masing-masing direktur bisa fokus bekerja pada bidangnya," ujar Edi Basri, Rabu (22/1/2024).
Kemudian, jelas Edi Basri, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terkait kinerja bank ini, sebab dia melihat ada indikasi pemborosan anggaran, yang membuat keuntungan bank jadi tidak maksimal.
"Ada kekhawatiran kita kesana, makanya mereka kita evaluasi beberapa hari lalu. Kita mau lihat biaya operasional mereka, apakah mereka boros atau tidak," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Lirik Lagu Ribuan Memori - Lomba Sihir, Jika Ada Ingatan Yang Terus Menghangatkan Dirimu
Segini Batas Usia Pensiun PNS PPPK Sesuai Jabatan
Pemprov Riau Dukung Swasembada Ketahanan Pangan, Gerakkan Sumber Daya Pertanian di Riau
32 PNS Terima SK Pensiun Dari Pemprov Riau
Dukung Swasembada Pangan, Wamendagri Minta Pemda Normalisasi Irigasi
Rumah Pendidikan: Solusi Digital untuk Pendidikan Inklusif di Indonesia
Dirjen KPM Kemkomdigi Ajak Seluruh Pejabat dan Pegawai Jadi Humas Kementerian
Sekolah Rakyat Bisa Gunakan Balai Milik Kemensos
Sinergi PNM dan KemenPPPA Kuatkan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak
Endingnya Menggantung, Drama Dylan Wang Guardians of the Dafeng Bakal Berlanjut ke Season 2?