Rollercoaster Inflasi Riau 2024, Pembelajaran Hebat bagi Pemerintah Kendalikan Inflasi

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Jumat, 24 Januari 2025 | 10:46 WIB
M Nata Kesuma, S.Tr.Stat, Statistisi Ahli Pertama BPS Provinsi Riau.
M Nata Kesuma, S.Tr.Stat, Statistisi Ahli Pertama BPS Provinsi Riau.

Sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo, Inflasi juga menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mengendalikannya. Hal ini bisa dilihat dari Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri sebagai “Komandan” dalam pengendalian inflasi.

Selain itu juga, dilakukan rapat setiap hari senin untuk membahas perkembangan harga komoditas yang terjadi di Pasar.

Mendagri juga “mengultimatum” pejabat daerah yang tidak bisa mengendalikan inflasi dengan baik, maka akan dicopot dari jabatannya.

Selain itu juga, bagi daerah yang berhasil menjaga nilai inflasi akan diberikan intensif fiskal. Sebenarnya pada tahun 2023, inflasi di Provinsi Riau dapat dikendalikan dengan baik.

Bahkan Kota Pekanbaru dan Kota Dumai berhasil mendapatkan intensif fiskal pada tahun 2023. Akan tetapi, pada tahun 2024, hanya Kabupaten Siak saja (Akan tetapi bukan wilayah penghitungan inflasi Provinsi Riau) yang berhasil mendapatkan intensif fiskal karena mampu mengendalikan perkembangan harga.

Sedangkan wilayah yang menjadi sampel penghitungan inflasi tidak mendapatkan penghargaan. 

Seharusnya dengan apa yang terjadi pada nilai Inflasi di Riau pada tahun 2024, Pemerintah Provinsi Riau harusnya bisa memetik pelajaran yang sangat berharga dan “menyusun strategi” yang tepat dalam mengendalikan inflasi untuk tahun 2025.

Strategi pertama atau cara pertama yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi Riau adalah mengetahui “kapan” inflasi yang cukup tinggi akan terjadi. Memang tidak ada waktu pasti kapan kenaikan barang itu akan terjadi.

Akan tetapi biasanya kenaikan harga barang yang cukup ekstrem biasanya terjadi hampir pada momen yang sama.

Misalnya pada hari raya atau hari besar keagamaan seperti hari raya idul fitri, idul adha, perayaan natal dan tahun baru ataupun tahun ajaran baru yang biasanya menjadi titik krusial dan sering terjadi kenaikan harga barang yang cukup ekstrem. Hal ini biasanya terjadi karena permintaan yang meningkat di pasar.

Oleh karena itu, pemerintah harusnya sudah mempersiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika hari besar keagaaman akan datang. Kemudian yang kedua harus memastikan kesediaan stok barang yang ada.

Pemerintah harus memastikan bahwasanya barang barang yang sering dikonsumsi masyarakat ada di pasar dan “bisa” diperoleh masyarakat. Karena kenaikan harga barang sering sekali terjadi karena barang yang biasa dikonsumsi langka sehingga membuat penjual yang memiliki barang tersebut menaikkan harganya.

Pemerintah juga harus memastikan kesediaan barang pada saat hari raya besar karena biasanya permintaan yang terjadi pada saat tersebut cukup tinggi.

Selanjutnya pemerintah bisa bekerjasama dengan provinsi penghasil barang konsumsi.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kesediaan stok barang yang selalu ada. Kita ketahui bersama, bahwasanya Provinsi Riau masih cukup bergantung pada Provinsi lainnya dalam memenuhi komoditas yang sering dikonsumsi masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X