Banjir di Pelalawan, Polisi Beri Bantuan Psikologis dan Bantu Warga Terdampak

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Senin, 27 Januari 2025 | 07:00 WIB
Sejumblah Polisi membantu mendorong mobil. (Mediacenter Riau)
Sejumblah Polisi membantu mendorong mobil. (Mediacenter Riau)

RIAUMAKMUR.COM - Sampai hari ini, Minggu (26/1) banjir masih melanda wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, akibat meluapnya Sungai Kampar setelah pintu bendungan PLTA Koto Panjang dibuka.

Kondisi ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan dan infrastruktur jalan.

Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, melaporkan ada dua sekolah dasar, yakni SDN 001 Desa Rantau Baru dan SDN 002 Desa Kuala Terusan, terpaksa meliburkan kegiatan belajar-mengajar. 

Baca Juga: Asosiasi Pengacara Inggris-Indonesia Diharapkan Bisa Berkontribusi dalam Pengembangan Hukum

“Seluruh lingkungan sekolah sudah digenangi air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter. Anak-anak sudah 10 hari diliburkan,” ujar Tatit, Minggu (26/1/2025).

Tatir mengatakan, banjir ini telah berdampak pada sekitar 170 kepala keluarga (KK) di Desa Rantau Baru, dengan lima KK harus mengungsi ke posko yang disediakan pemerintah dan pihak kepolisian. 

“Meski sebagian warga memilih bertahan di rumah panggung, bantuan logistik seperti sembako terus disalurkan,” kata Tatit.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan PM Modi Bahas Kerja Sama Strategis di Hyderabad House

Untuk membantu warga, polisi juga memberikan trauma healing, khususnya kepada anak-anak yang mengungsi di posko. “Kami berusaha menghibur anak-anak agar tidak merasa jenuh selama berada di pengungsian,” tambah Tatit.

Selain permukiman, banjir juga merendam jalan lintas penghubung antara Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras. Warga di sana terpaksa menggunakan pompong (perahu kecil) untuk menyeberang membawa barang dan kendaraan.

Tatir mengungkapkan, petugas Bhabinkamtibmas, bernama Aiptu Rudi Salam, dikerahkan untuk membantu warga menaikkan sepeda motor ke pompong. “Anggota kami standby di lokasi untuk memastikan keselamatan warga yang menyeberang,” jelas Tatit.

Baca Juga: Gunung Semeru Alami Erupsi Minggu Pagi

Kondisi jalan lintas di Desa Kemang kini mulai membaik setelah lima pintu bendungan PLTA Koto Panjang ditutup sejak Sabtu (25/1/2025). 

Setelah itu, debit air di KM 83 dilaporkan menurun sekitar 15 sentimeter. Namun, ketinggian air masih mencapai 35-40 sentimeter, sehingga arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup.

Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Enggarani Laufira, mengimbau pengendara roda dua dan kendaraan rendah untuk tidak melintasi area banjir. “Pengendara diharapkan mematuhi arahan petugas demi keselamatan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X