RIAUMAKMUR.COM - Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan pihaknya untuk mendukung pengembangan UMKM.
Ia menyoroti pentingnya perluasan akses pembiayaan dengan mendekatkan akses dan menyederhanakan proses.
Selain itu, peningkatan kapasitas usaha juga menjadi salah satu prioritas utama, termasuk melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan. Kementerian UMKM pun menyoroti pentingnya pembukaan akses pasar.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan PM Modi Bahas Kerja Sama Strategis di Hyderabad House
“Tantangan persaingan terbesar yang dihadapi produk UMKM lokal adalah produk impor. Terutama dari Tiongkok yang dikenal memiliki harga lebih murah karena mereka memiliki kapasitas produksi yang besar,” kata Maman, Senin (27/1/2025).
Dalam menghadapi tantangan ini, Kementerian UMKM telah memperkenalkan konsep Holding UMKM. Sebuah sistem konsolidasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing.
“Holding UMKM memungkinkan kita untuk menurunkan biaya produksi secara signifikan. Jika satu UMKM memproduksi sendiri, biaya per produknya mungkin tinggi," ucap Maman.
"Namun, dengan sistem holding, biaya tersebut dapat ditekan. Sehingga produk UMKM kita mampu bersaing,” ujarnya, menjelaskan.
Artikel Terkait
IKN akan Menjadi Pusat Pemerintahan pada 2028
Makan Bergizi Gratis Dibawa Pulang Selama Ramadan
Melati Merah Mulai Naik Daun, Apa yang Membuatnya Begitu Istimewa?
Resep Martabak Manis Teflon yang Sempurna, Coba Sendiri di Rumah Ya!
Menteri UMKM Dorong Perempuan dan UMKM dalam Program MBG
Jadwal Final Indonesia Masters 2025, Jonatan Christie dan Fajar/Rian Incar Gelar Pertama Tahun Ini
Gunung Semeru Alami Erupsi Minggu Pagi
Indonesia-India Jalin Aliansi Strategis di Bidang Digital
Presiden Prabowo dan PM Modi Bahas Kerja Sama Strategis di Hyderabad House
Terlihat Sudah Sedikit Berisi Namun Masih Memakai Tongkat, Penampilan Perdana Zhao Lusi Setelah Sakit dan Depresi Ini Disorot