Kapolri Apresiasi Langkah Pemprov Riau saat Buka Jambore Karhutla 2025, Serukan Aksi Nyata Cegah Kebakaran Hutan

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Jumat, 25 April 2025 | 17:14 WIB
Jambore Karhutla yang diselenggarakan di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Riau, pada Jumat (25/4/2025).
Jambore Karhutla yang diselenggarakan di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Riau, pada Jumat (25/4/2025).

RIAUMAKMUR.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membuka kegiatan Jambore Karhutla Riau 2025 yang digelar di Riau, Jumat (25/4/2025).

Acara ini diawali dengan pembacaan Deklarasi Jambore Karhutla oleh Kapolri yang menandai komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda atas terselenggaranya kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah tersebut.

Kapolri juga mengapresiasi kegiatan bernuansa positif yang dikoordinir Pemprov Riau, Polda Riau dan Forkopimda lainnnya dalam sinergi dan kolaborasi bersama Forkopimda untuk mengantisipasi dan mencegah karhutla.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi dan seluruh Forkopimda Riau atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui pencegahan karhutla,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Indonesia, lanjut Kapolri, memiliki kekayaan hutan yang sangat besar dengan luas mencapai 95,5 juta hektare dan menempati peringkat ke-8 dunia sebagai negara dengan kawasan hutan terluas.

Hutan Indonesia juga berperan sebagai paru-paru dunia. Namun, ancaman serius juga mengintai, terutama dalam bentuk deforestasi akibat karhutla.

“Sepanjang tahun 2024, luas hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia mencapai 376.000 hektare. Ini berdampak pada berbagai sendi kehidupan, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan hidup,” jelasnya.

Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih pendek, dengan puncaknya pada Juni hingga Agustus 2025.

Namun, khusus di Riau, potensi titik panas akibat cuaca kering diprediksi dimulai sejak Mei dan meningkat pada Juli.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 1 April hingga 30 November 2025. “Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi yang penting. Semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan strategi pencegahan yang efektif,” ujar Kapolri.

Polri bersama stakeholder terkait terus melakukan berbagai langkah pencegahan seperti edukasi, pembangunan sekat kanal, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan.

Di sisi lain, Polda Riau juga aktif memantau titik api melalui aplikasi Lancang Kuning. Kapolri menekankan bahwa masih tingginya angka karhutla menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Hal ini menjadi perhatian serius dan perlu penanganan segera melalui edukasi masif sebagai kunci utama. Kami mendorong peran aktif pemerintah, swasta, akademisi, LSM, tokoh adat, dan generasi muda,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa Polri mendukung penuh penyelenggaraan Jambore Karhutla yang konsepnya mirip dengan konsep Green Policing, guna membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X