RIAUMAKMUR.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa Provinsi Riau memiliki tantangan alamiah yang lebih kompleks dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (29/4/2025).
Menurut Dwikorita, Riau secara klimatologis mengalami dua periode musim kemarau dalam setahun, yakni pada Februari–Maret dan kemudian kembali pada Mei hingga September.
Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni: Tren Karhutla Menurun, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Dijaga
“Riau ini tantangannya cukup berat karena secara alamiah mengalami musim kemarau dua kali. Pertama pada Februari–Maret, lalu kembali lagi mulai Mei, Juni, Juli, Agustus, bahkan bisa sampai September,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat wilayah Riau lebih rentan terhadap kemunculan titik panas atau hotspot dibandingkan daerah lain.
Ia menjelaskan bahwa risiko kebakaran bisa saja terjadi meskipun tanpa unsur kesengajaan.
“Bahkan kalau tidak dibakar pun, dengan adanya angin dan gesekan ranting-ranting kering, itu bisa memicu kebakaran. Karena itu, harus dijaga betul agar tidak terjadi karhutla,” tegas Dwikorita.
Baca Juga: Menko Polkam: Presiden Prabowo Titip Pesan, Jangan Sampai Karhutla Jadi Isu Internasional
BMKG, lanjutnya, terus melakukan pemantauan mingguan terhadap dinamika cuaca dan potensi munculnya hotspot untuk mendukung upaya pencegahan karhutla oleh pemerintah daerah dan satuan tugas di lapangan.
Dengan karakteristik iklim yang unik, Dwikorita mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk lebih waspada dan aktif menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merusak ekosistem serta berdampak buruk pada kesehatan dan perekonomian masyarakat.
Artikel Terkait
Kemunculan Bibit Siklon Terdeteksi, BMKG Minta Pemudik Hati-Hati dan Waspada
BMKG Perkirakan Hujan Lebat Dibarengi Petir, Sekda Jabar Imbau Pemudik Waspada saat Balik
Bukan Gelombang Panas, Ini Penjelasan BMKG Tuban Terkait Suhu Panas saat Ini
BMKG : Hujan Disertai Petir Masih Berpotensi di Sebagian Wilayah Riau
Cuaca di Riau Tidak Menentu, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
BNPB Bantu Daerah Sesuai Prediksi BMKG
Banjir Mengancam Pekanbaru, BMKG: Prediksi Hujan Intensif
Musim Kemarau Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan Mengejutkan dari BMKG
BMKG: El Nino Tak Signifikan di Riau, Tapi Risiko Karhutla Tetap Tinggi saat Kemarau 2025
Riau Hadapi Musim Kemarau Lebih Awal dan Panjang di 2025, BMKG Soroti Potensi Karhutla
Perusahaan Wajib Cegah Karhutla, Menko Polkam: Swasta Jangan Hanya Diam Saja