RIAUMAKMUR.COM - Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya dapat berkunjung ke Provinsi Riau dan turut hadir dalam peluncuran program Green For Riau, Kamis (8/5/2025), di Balai Serindit, Komplek Gubernuran Riau.
“Senang sekali bisa datang, ini adalah kunjungan pertama saya sebagai Wakil Dubes Inggris ke Provinsi Riau, daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam dan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Downing usai bersilaturahmi dengan Gubernur Riau, Abdul Wahid.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Downing menyebut kunjungannya merupakan wujud komitmen Pemerintah Inggris dalam memperkuat kolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam aksi mitigasi perubahan iklim.
Baca Juga: Pertagas Tegaskan Peran di Transisi Energi dan Reduksi 11,02 Persen Emisi Karbon di Ajang PGEA 2023
Program Green For Riau disebut sebagai salah satu langkah konkret untuk mendukung provinsi ini dalam pengurangan emisi.
“Saya berharap program ini bisa secara spesifik menargetkan pembeli kredit karbon dengan metodologi yang diakui secara pasar dan selaras dengan prinsip dasar karbon. Ini bertujuan menciptakan sistem harmonisasi insentif karbon hutan agar pasar yang terbentuk menjadi berkelanjutan dan menguntungkan,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid, melalui sambutan yang dibacakan oleh Pj Sekda Provinsi Riau Taufik OH, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian UNEP dan mitra internasional, khususnya Pemerintah Inggris.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Riau dalam menjaga ekosistem, termasuk lahan gambut.
“Mereka melihat bahwa kita punya itikad kuat dalam menjaga lingkungan dan lahan gambut, dan itu menjadi alasan mereka hadir dan siap mendukung,” ujarnya.
Baca Juga: ICX dan Dynamik Technologies Resmi Bentuk Pasar Karbon Regional Borneo
Sebagai informasi, Green For Riau sejalan dengan inisiatif REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation), program global yang diinisiasi PBB untuk menurunkan emisi gas rumah kaca akibat deforestasi dan degradasi hutan.
Turut hadir dalam peluncuran ini, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK Irawan Assad PhD dan sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya.
Artikel Terkait
Menteri Investasi: Perdagangan Karbon Indonesia Terbuka, namun Harus Teregistrasi
Rupiah Tahun Emisi 2022 Dinobatkan Jadi Best New Banknote Series Didunia
Inilah Poin Kriteria yang Mengungguli Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 Berhasil Sabet The Best New Banknote
Provinsi Riau Raih Penghargaan Khusus Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon Tahun 2023 dari Bappenas RI
Bertemu Dubes Swiss, Gubri Beberkan Program Riau Hijau, Rendah Karbon hingga Kelapa Sawit Berkelanjutan
Menteri ESDM : Konversi Energi, Wujudkan Indonesia Zero Emisi 2060
Sosialisasi Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan, Ini yang Disampaikan Dirjen PHL KLHK
KLHK Sosialisasi Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan Di Riau
POJK Soal Bursa Karbon Indonesia Bisa Untungkan Emiten Ini
ICX dan Dynamik Technologies Resmi Bentuk Pasar Karbon Regional Borneo
Uang Logam Rp500 dan Rp1.000 Tahun Emisi Ini Tidak Berlaku Lagi, Ini Penjelasan BI
Pertagas Tegaskan Peran di Transisi Energi dan Reduksi 11,02 Persen Emisi Karbon di Ajang PGEA 2023
PLN Nusantara Power Sukses Kurangi 17 Juta Ton Emisi CO2
Menteri ESDM Tegaskan lagi Komitmen Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Pertamina Raih Dua Penghargaan Penurunan Emisi Korporasi Terbaik 2024
5 Fakta Unik Tentang Sumber Energi Terbarukan: Salah Satunya Mengurangi Dampak Buruk dari Emisi Gas Rumah Kaca!
Optimalkan Pendanaan Penurunan Emisi, Pemrov Riau Siapkan Dokumen Safeguard REDD+