RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Setelah pernyataan Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid terkait rencana penjualan Stadion Utama Riau menjadi viral dan menuai kontroversi, sejumlah elemen masyarakat, termasuk DPRD Riau, memberikan tanggapan serius. Salah satu anggota DPRD Riau dari Fraksi PKB, Misliadi, menegaskan bahwa Gubernur Abdul Wahid tidak pernah berniat menjual Stadion Utama Riau kepada pihak mana pun.
“Tidak ada niat Pak Gubernur Abdul Wahid untuk menjual aset-aset daerah, apalagi Stadion Utama yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau,” ujar Misliadi saat dimintai tanggapan oleh awak media.
Misliadi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Riau, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengklarifikasi hal tersebut kepada Gubernur.
Baca Juga: Klarifikasi Soal Wacana Jual Stadion Utama Riau, Erisman: Hanya Respons Spontan Gubri
“Ini hal yang serius. Kami sebagai anggota DPRD langsung bertanya kepada beliau, dan Pak Abdul Wahid dengan tegas menyatakan bahwa tidak mungkin menjual aset daerah, apalagi Stadion Utama, kepada pihak lain,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Gubernur yang sempat viral tersebut kemungkinan besar terjadi karena kelelahan akibat padatnya agenda, serta adanya beberapa usulan terkait penjualan aset-aset lain seperti kendaraan dinas.
“Mungkin saat itu Pak Gubernur lelah, ditambah dengan beberapa usulan penjualan aset seperti mobil dan lainnya, sehingga pernyataan itu keluar secara spontan. Padahal, maksud beliau adalah agar aset-aset yang membutuhkan biaya pemeliharaan besar bisa dikelola oleh pihak ketiga melalui konsep kerja sama, bukan dijual,” tambah Misliadi.
Baca Juga: Bupati Inhu Pastikan Mudah Sinergi dengan Pemprov Riau, Ade Agus Hartanto : Gubernur Abdul Wahid Mentor Saya
Lebih lanjut, ia mendukung pemikiran Gubernur agar venue-venue PON yang ada bisa dimanfaatkan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Kita sangat mendukung ide Pak Abdul Wahid agar venue PON bisa menambah PAD dengan kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam pengelolaannya, tentunya dengan kajian yang matang agar kebijakan tersebut tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Misliadi, polemik ini sebaiknya tidak diperpanjang.
“Menurut saya, tidak perlu lagi diperdebatkan dan digoreng ke mana-mana karena memang tidak ada niat menjual. Yang ada hanyalah upaya agar aset-aset seperti Stadion Utama bisa dikelola dengan baik dan berkontribusi terhadap pendapatan Provinsi Riau. Soal apakah nantinya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau tidak, ya kita tunggu saja,” tutup anggota DPRD asal daerah pemilihan Bengkalis, Dumai, dan Kepulauan Meranti itu.***
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Minta Maaf Terkait Dugaan Penghinaan Marga Pono: Tak Ada Niat Merendahkan
Truk Tronton VS Minibus di Purworejo Akibat Rem Blong, 11 Tewas, 6 Luka-Luka
Soal Dugaan Eksploitasi di OCI, Dedi Mulyadi: Saya Mau Usut Satu-satu 20 Nama Itu
Bareskrim Telusuri Dugaan Pemalsuan, 7 Ijazah Rekan Jokowi di Jateng Diambil sebagai Sampel
Update Kasus TPPU Usaha Sawit Duta Palma, Kejagung Sudah Sita Aset Rp6,8 Triliun
Gagalkan Penyelundupan 19 PMI Ilegal ke Malaysia, Tim F1QR Lanal Dumai Tangkap Dua Tersangka
Komitmen Kurangi Emisi dan Bangun Pasar Karbon, Wakil Dubes Inggris Dukung Program Green For Riau
Klarifikasi Soal Wacana Jual Stadion Utama Riau, Erisman: Hanya Respons Spontan Gubri
Berharap Ada Spin-Off Osaka Drift, Sun Kang Minta Dukungan Penggemar
NDX AKA Umumkan Jadwal Konser Mei 2025, Siap Guncang 11 Kota di Indonesia