Disebut Gubernur Konten, Dedi Mulyadi, Lebih Baik Punya Duit untuk Rakyat daripada Molor

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 21 Mei 2025 | 13:15 WIB
Gubernur atau Kepala Daerah Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur atau Kepala Daerah Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

RIAUMAKMUR.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik setelah menyampaikan pernyataan menanggapi julukan Gubernur Konten yang kerap disematkan kepadanya.

Julukan tersebut muncul karena dirinya aktif membagikan berbagai aktivitas keseharian lewat media sosial.

Momen itu terjadi saat Dedi memberikan bonus senilai Rp25 juta kepada para siswa yang menjadi petugas upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 di Gedung Sate, Bandung, Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: Usai Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Penggunaan HP di Sekolah

“Saya kasih bonus untuk petugas upacara Rp25 juta untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Dedi dalam pidatonya.

Usai memberikan apresiasi itu, Dedi menyinggung kritik yang sering diarahkan kepadanya soal aktivitasnya di media sosial. Menurutnya, banyak yang mempertanyakan sumber dana dari berbagai bantuan yang ia berikan ke masyarakat.

“Saya selalu ditanya, duitnya dari mana? Ngonten!” tegasnya, disambut riuh tepuk tangan para peserta upacara.

Dedi pun menyampaikan bahwa ia tak ambil pusing disebut sebagai gubernur konten. Ia bahkan menilai, julukan itu lebih baik ketimbang menjadi kepala daerah yang tidak produktif.

“Disebut gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit yang diberikan kepada rakyat, ketimbang jadi kepala daerah yang molor,” kata Dedi.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Siap Biayai Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut

Ia kemudian menambahkan sindiran terhadap gaya kepemimpinan sejumlah pejabat yang lebih mementingkan protokoler dan perjalanan dinas ke luar negeri daripada turun langsung ke masyarakat.

“Daripada gubernur yang tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing (tidak mau saya),” tandasnya.

Diketahui, Dedi Mulyadi selama ini dikenal luas lewat konten-kontennya yang menampilkan interaksi langsung dengan masyarakat, mulai dari membantu warga miskin, membagikan bantuan, hingga menyentuh isu-isu sosial yang kerap luput dari perhatian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X