Padahal pengumuman perihal gencatan senjata itu hanya berasal dari negara sekutunya, AS, bukan dari Dewan Keamanan Internasional PBB.
"Saya telah menginstruksikan IDF (Militer Israel) berkoordinasi dengan Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) untuk menanggapi dengan tegas pelanggaran gencatan senjata oleh Iran," ujar Katz.
Katz kemudian mengklaim, akan melakukan serangan balasan ke Kota Teheran, Iran lantaran menilai adanya pelanggaran serius atas keputusan gencatan senjata.
"Dengan serangan dahsyat terhadap target rezim di jantung kota Teheran. Rezim Iran telah secara serius melanggar gencatan senjata yang dideklarasikan oleh Presiden AS," terangnya.
"Kami akan menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran (Iran)," tukas Katz.***
Artikel Terkait
Panglima Iran Sebut Israel Terlalu Kecil untuk Diserang
Ngeri! Hakim Iran Tewas Ditikam Saat Berangkat Kerja, Siapa Dalangnya?
Amarah China-Pakistan usai Gempuran Israel ke Wilayah Iran, Mengutuk Keras hingga Klaim Pelanggaran Berat
Iran Langsung Kibarkan Bendera Merah Usai Serangan Mendadak Israel, Apa Artinya?
Israel Gempur Teheran, Pemerintah RI Pantau WNI di Iran, Rencana Evakuasi Masih Dikaji
Update Perang Iran vs Israel, Netanyahu Kini Diancam Militer Republik Islam: Hukuman yang Sebenarnya Akan Tiba
Update Konflik Iran vs Israel: Vladimir Putin Tawarkan Bantuan Mediasi namun Ditolak Mentah Donald Trump
3 Fasilitas Nuklirnya Diserang AS, Iran Klaim Tak Ada Peningkatan Radiasi: Orang-orang Bisa Lanjutkan Kehidupan Normal
Iran Ancam Balasan, Tuding Serangan AS ke Situs Nuklir Langgar Piagam PBB
Trump Klaim Hancurkan Tiga Fasilitas Nuklir Iran, Ancam Serangan Lebih Besar Jika Damai Ditolak