SEJAK KECIL, saya selalu bercita-cita menjadi seseorang yang mampu menyuarakan kebenaran. Saat teman-teman lain ingin jadi dokter atau guru, saya malah senang menulis catatan harian dan mengamati orang-orang di sekitar. Itu yang kemudian membawa saya jatuh cinta pada dunia jurnalistik sejak 2014.
Saat itu, saya masih sangat ranum. Saya belajar menulis berita dengan gaya sederhana, memotret sendiri, bahkan turun ke lapangan meski harus kehujanan atau berpanas-panasan. Semua saya lakukan dengan hati, meski honor yang diterima tak seberapa.
Waktu berjalan, saya semakin menikmati peran sebagai wartawan lapangan di sebuah media online lokal di Riau. Setiap hari rasanya seperti membuka halaman buku baru yang penuh cerita, kejutan, dan pelajaran. Saya belajar berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani di desa hingga pejabat di gedung tinggi.
Namun, dalam hati kecil saya, selalu tumbuh satu mimpi ingin membangun media sendiri sebelum usia 30. Bagi saya, memiliki media sendiri bukan sekadar soal kebanggaan, tapi tentang kebebasan menyuarakan nilai dan perspektif yang jujur.
Pada awal tahun 2023, saya mengikuti sebuah gathering wartawan nasional di Jakarta. Di sanalah awal pertemuan yang mengubah hidup saya. Seorang teman wartawan dari provinsi lain bercerita panjang tentang Promedia. Cara kerjanya, sistem bisnisnya, hingga peluang yang bisa diraih.
Saya mendengarkan dengan mata berbinar. Setiap kata yang keluar dari mulut teman saya seolah menjadi bahan bakar baru bagi mimpi saya. Malam itu, di kamar hotel kecil, saya memantapkan hati untuk mengambil langkah besar.
Tak lama setelah pulang ke Riau, saya mengajukan pengunduran diri dari kantor sebelumnya dan mendaftar ke Promedia. Proses seleksinya cukup ketat dan membuat saya benar-benar harus keluar dari zona nyaman. Tapi tekad saya sudah bulat. Saya ingin mewujudkan impian saya "punya media sendiri".
Akhirnya, semua usaha terbayar. Saya lolos seleksi dan resmi bergabung dengan Promedia. Bersama enam teman jurnalis muda lainnya di Riau, kami membangun media online yang kami beri nama Riaumakmur.com. Nama itu kami pilih sebagai doa dan harapan, agar Riau benar-benar makmur, dan kami ikut ambil bagian dalam menyuarakannya.
Promedia tak sekadar menjadi perusahaan pendamping. Mereka memberi saya dan tim ilmu, pelatihan, dan pengembangan diri yang belum pernah saya dapat selama sembilan tahun menjadi wartawan.
Hari demi hari, kami belajar banyak hal mulai dari manajemen redaksi, pengelolaan konten, pemasaran, hingga membangun jejaring. Pelan-pelan, Riaumakmur.com mulai mendapat pembaca setia, dan kami bisa mulai menghasilkan pendapatan.
Yang membuat saya kagum, Promedia selalu mendampingi dan memberikan motivasi tanpa henti. Bahkan ketika kami jatuh, mereka hadir sebagai teman sekaligus mentor yang tulus.
Selain membangun Riaumakmur.com, saya juga sempat memotivasi tiga teman lain untuk mendaftar ke Promedia. Ternyata, motivasi saya tidak sia-sia. Mereka berhasil lolos, membentuk media masing-masing, dan berkembang pesat.
Tak saya sangka, laju pertumbuhan mereka justru lebih cepat dibanding saya. Ada rasa tertatih, kecewa, bahkan sempat merasa gagal. Saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya kurang gigih? Apakah saya sudah salah langkah?
Namun, di tengah keraguan itu, Manajer pendamping Riaumakmur.com dari Promedia, Mas Ghassan terus memberikan semangat. Kata-katanya selalu menenangkan, "Proses setiap orang berbeda. Teruslah belajar dan jangan menyerah."
Dukungan itulah yang membuat saya bangkit kembali. Saya belajar untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain. Saya fokus memperbaiki strategi, memperkuat tim, dan mengikuti semua pelatihan yang disediakan Promedia.
Artikel Terkait
Ngobrol Santai Bareng Jaringan Promedia, Ahmad Ridwan Sebut 'Korea' Siap Bertarung di Plkada Batang 2024
Cerita Dony Ahmad Munir Soal Keberlanjutan Penanganan Pengangguran di Sumedang Saat Bertemu tim Promedia
Audiensi dengan Promedia, Calon Bupati Batang Fauzi Fallas, Bagikan Kisah Inspiratif dari Tukang Jahit hingga Jadi Pembisnis
Promedia dan BRI Hadirkan BRI Journalism 360 di Semarang, Edukasi Jurnalis dan Media
CEO Promedia Jadi Pembicara di Mediaprenuertalks BRI Journalism 360, Ini Materi Yang Dibahas
BRI Journalism 360 Palembang, Promedia Diskusi dengan Insan Pers di Mediapreneur Talks hingga Mahasiswa UIN Raden Fatah Lewat CoreLab!
Bersiap! CoreLab Promedia Ajak Mahasiswa Kampus UNTIRTA Kota Serang Diskusi Seputar Konten dan Dunia Jurnalis
Promedia Diskusi Bareng Mahasiswa FISIP UNTIRTA di CoreLab 2025, Kenalkan Seputar Bisnis Content Creator
Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Digelar di Banten: Seminar Bisnis untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
Mediapreneur Talks Episode 4 di Banten: CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Terus Optimis untuk Pertahankan Brand Media