Jejak Kontroversi Immanuel Ebenezer Sebelum Terjaring OTT KPK: Dari Janji Palsu Buruh Sritex hingga Laporan Alumni 212

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:06 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer. (Instagram.com/@immanuelebenezer)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer. (Instagram.com/@immanuelebenezer)

RIAUMAKMUR.COM - Sorotan publik kini tertuju pada Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam, 20 Agustus 2025.

Penangkapan itu baru terungkap sehari kemudian, Kamis (21/8/2025), meski KPK hingga kini belum merinci kasus apa yang menjerat Noel.

Terlepas dari OTT tersebut, Noel sebenarnya bukan sosok asing dalam sejumlah kontroversi yang kerap mewarnai perjalanan kariernya.

Baca Juga: Istana Syok Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Prasetyo Hadi: Presiden Sudah Berkali-Kali Ingatkan Hati-Hati

Beberapa pernyataannya bahkan sempat menuai kritik tajam, hingga dilaporkan ke polisi oleh pihak tertentu.

Salah satunya terjadi pada Februari 2025, ketika ia berjanji akan memfasilitasi buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal agar bisa mendapatkan pekerjaan baru.

“Enggak kalah penting adalah kita juga mencarikan para kawan-kawan yang di-PHK ini untuk mendapatkan pekerjaan di wilayah sekitar pabrik di situ,” ujar Noel di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Jumat 28 Februari 2025 lalu.

Namun, janji itu tak pernah terwujud. Situasi semakin runyam setelah pada hari yang sama Pengadilan Negeri Semarang memutuskan Sritex dalam kondisi insolvensi atau tidak mampu membayar utang.

Kontroversi lain lahir dari pernyataannya terkait tagar #KaburAjaDulu. Pada 17 Februari 2025, Noel menuai kecaman setelah melontarkan komentar yang dianggap meremehkan isu tersebut.

Politikus Gerindra itu mempersilakan warga negara Indonesia yang ingin mencari peruntungan ke luar negeri tanpa perlu kembali lagi.

“Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi,” ucapnya sambil tertawa di hadapan awak media di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta.

Noel kemudian menegaskan bahwa pernyataannya hanya menekankan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak memedulikan tagar semacam itu

“Hashtag-hashtag enggak apa-apalah, masa hashtag kita pedulikan,” imbuhnya.

Jejak kontroversinya bahkan bisa ditarik lebih jauh, tepatnya pada 2019. Saat itu, Noel dilaporkan oleh seorang alumni 212 bernama Eka Gumilar ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dipicu oleh ucapannya dalam sebuah program televisi yang membahas kasus Ahmad Dhani, ketika Noel masih menjabat sebagai Ketua BTP Mania.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X