Menelusuri ke jejak peristiwa itu, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menggelar rapat darurat kabinet terbatas di Jayapura saat tsunami melanda Aceh, pada 26 Desember 2004.
Saat Aceh Dilanda Tsunami di 2004
Momen genting dalam peristiwa Tsunami Aceh pada 2004, pernah diceritakan SBY melalui laman Facebook resminya, pada 2018 silam.
Dalam unggahannya, SBY mengungkapkan langkah yang diambil olehnya dalam penanganan bencana tsunami di Aceh kala itu.
"Ya Allah, musibah apa ini, ucap saya lirih," tulis SBY.
"Hal ini saya ucapkan di Wisma Gubernur Papua, Jayapura, tanggal 26 Desember 2004," ungkapnya.
Saat itu, SBY mengungkapkan dirinya yang berupaya untuk komunikasi dengan wakilnya, Jusuf Kalla terkait bencana besar yang menimpa Aceh itu.
"Intinya, nampaknya ini bukan bencana alam biasa. Sesuatu yang besar. Kita harus siap menghadapi hal yang paling buruk," terang SBY.
"Kita harus dapat bertindak dengan cepat namun sekaligus tepat," tambahnya.
Rapat Darurat Kabinet Terbatas di Jayapura
Dalam tulisannya, SBY menuturkan saat itu dengan informasi dan intelijen yang sangat minim, dirinya yang berada di Jayapura segera menggelar rapat Kabinet Terbatas, yang dihadiri oleh sejumlah Menteri yang mendampinginya.
"Ingat, kunjungan saya ke Papua waktu itu di samping menghadiri perayaan Natal bersama juga meninjau Nabire yang baru saja tertimpa bencana," jelasnya.
Setelah melakukan pembahasan secukupnya, SBY mengambil keputusan bahwa esok hari, sepagi mungkin, dirinya langsung ke Aceh, bukan ke Jakarta sesuai dengan yang telah direncanakan.
"Pada waktu itu memang ada yang berpendapat dan menyarankan agar sebaiknya saya kembali ke Jakarta dulu. Setelah segalanya menjadi jelas, baru ke Aceh," tuturnya.
"Tidak. Kita langsung ke Aceh. Persiapkan penerbangan kita. Kita berangkat sepagi mungkin," demikian arahan saya," tutup SBY.***
Artikel Terkait
Imbas Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Antoni Sebut 20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya
Jadi Penyebab Kerusakan Terparah di Tapanuli Selatan, Kemenhut Akui Ada Bekas Gergaji di Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus Banjir
WALHI: Pemerintah Harus Evaluasi dan Audit Pemilik Izin Penambangan di 3 Provinsi Terdampak Banjir-Longsor Sumatera
Pecah Tangis Ferry Irwandi saat Beri Bantuan Senilai Rp10 Miliar untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang
Desa Sekumur di Aceh Tamiang Lenyap dalam Sekejap Imbas Banjir Bandang: Telan 57 Korban Jiwa, 23 Orang Masih Hilang
Bantuan Logistik Korban Banjir-Longsor Sumatera Dilempar dari Pesawat Dikritik DPR, TNI Ungkap Tak Ada Tempat Layak untuk Mendarat
BNPB Beri Perhatian Khusus pada Kelompok Rentan di Posko Pengungsian Banjir-Longsor Sumatera
Psikolog Ingatkan Pemerintah Dampak Banjir Sumatera Tak Hanya soal Materi, Sebut Psikologis Warga Harus Diperhatikan
Kementerian LH Lakukan Audit Lingkungan Usai Kayu Gelondongan Terbawa Arus saat Banjir Bandang di Sumatera
Publik Murka Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah Saat Banjir, Kini Diselidiki Inspektorat