RIAUMAKMUR.COM — Kabupaten Lumajang berhasil meraih predikat Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih) dalam Penghargaan Adipura Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dan kerja bersama dalam menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa Lumajang menjadi salah satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh predikat tersebut.
Baca Juga: Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Polisi Sebut Pelaku Bawa Parang dan Kapak
Penghargaan diserahkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
“Capaian ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus menjaga dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Upaya ini membutuhkan peran bersama dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi berbagai pihak dalam pengelolaan lingkungan.
Ia menegaskan, pengelolaan lingkungan tidak hanya berfokus pada penanganan akhir, tetapi juga penguatan kebiasaan sejak dari sumber.
Edukasi pemilahan sampah, pengurangan limbah rumah tangga, serta pemanfaatan kembali material bernilai guna terus diperkuat melalui berbagai program berbasis masyarakat.
Baca Juga: Ini Keterangan Polisi Soal Kondisi Terkini Mahasiswi UIN Suska Riau yang di Kapak Teman Kampus
Pemkab Lumajang juga mengembangkan sistem pengelolaan persampahan melalui peningkatan layanan, penguatan peran bank sampah, serta optimalisasi fasilitas pengolahan agar lebih efektif dan ramah lingkungan.
Indah Amperawati menilai, lingkungan yang bersih memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kesehatan hingga terciptanya ruang hidup yang nyaman serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi.
“Menjaga kebersihan perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda, untuk terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah sederhana yang berkelanjutan.
Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, pengelolaan sampah memerlukan pendekatan adaptif dan kolaboratif.
Artikel Terkait
Safari Ramadan Jadi Momentum Berbagi di Kabupaten Kampar
Geger! Mahasiswi UIN Suska Riau Terkapar di Kapak Teman di Kampus
BPBD Gorontalo Intensifkan Pemantauan Cuaca untuk Antisipasi Bencana
Kemensos : Pastikan 90 Persen Bansos Reguler Kuartal I Tersalurkan ke 18 Juta Keluarga
Suasana Ramadan, Presiden Prabowo Disambut Antusias Diaspora di Amman
Ini Keterangan Polisi Soal Kondisi Terkini Mahasiswi UIN Suska Riau yang di Kapak Teman Kampus
Momentum 75 Tahun Diplomatik, RI-Yordania Pererat Kerja Sama
Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Polisi Sebut Pelaku Bawa Parang dan Kapak
Komisi III DPRD Gorontalo Tekankan Transparansi dan Kualitas Proyek
Dari Rakornas Sampah 2026, Probolinggo Menuju Kota Bersih