Berbagai inovasi terus didorong, termasuk pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan material daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.
Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya mengurangi beban pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah proses berkelanjutan yang memerlukan konsistensi dan kebersamaan,” tambahnya.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Pemkab Lumajang optimistis kualitas pengelolaan lingkungan akan semakin meningkat guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Safari Ramadan Jadi Momentum Berbagi di Kabupaten Kampar
Geger! Mahasiswi UIN Suska Riau Terkapar di Kapak Teman di Kampus
BPBD Gorontalo Intensifkan Pemantauan Cuaca untuk Antisipasi Bencana
Kemensos : Pastikan 90 Persen Bansos Reguler Kuartal I Tersalurkan ke 18 Juta Keluarga
Suasana Ramadan, Presiden Prabowo Disambut Antusias Diaspora di Amman
Ini Keterangan Polisi Soal Kondisi Terkini Mahasiswi UIN Suska Riau yang di Kapak Teman Kampus
Momentum 75 Tahun Diplomatik, RI-Yordania Pererat Kerja Sama
Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Polisi Sebut Pelaku Bawa Parang dan Kapak
Komisi III DPRD Gorontalo Tekankan Transparansi dan Kualitas Proyek
Dari Rakornas Sampah 2026, Probolinggo Menuju Kota Bersih