Menilik dari kolom komentar, meski telah ditegur pun kondisi tak banyak berubah.
“Setelah ditegur aman, cuma 5 menit kemudian berisik lagi,” imbuhnya.
Tuai Sorotan tentang Etika di Transum
Video viral itu kemudian ramai menjadi tempat diskusi warganet yang menyoroti etika saat menggunakan transportasi umum.
Tak hanya ketika di kereta, warganet juga menyebut sikap dan etika yang baik harus dijaga.
Selain itu, menggunakan toa yang berpotensi membuat kebisingan dan mengganggu penumpang lain juga sebaiknya dihindari.
Warganet juga menyebut hal serupa tidak boleh lagi dinormalisasikan jika berkaitan dengan kepentingan umum.
“Ini nggak bisa dinormalisasi, pikirkan kenyamanan yang lain. Kalau mau pakai pengeras suara, sewa satu gerbong khusus untuk rombongannya biar nggak ganggu yang lain,” ujar salah satu warganet dengan akun Aurinda.
Artikel Terkait
Viral Wisatawan Pantai Ammani Sulsel Terhempas saat Main Donat Boat, Ungkap Badan Nyeri dan Penuh Memar Usai Insiden
Viral Rombongan Santri Gagal Terbang Meski Punya Boarding Pass, Pengurus Laporkan Super Air Jet ke Polisi
Ketika Netizen jadi Intel Online, Bongkar Identitas Terduga Maling Viral yang Beraksi di Daerah Jakarta Pusat
Viral Dugaan Penipuan WO di Mojokerto, Janji Ada Refund pada Korban Setelah Rumah Laku Terjual
Viral Segerombolan Bapak-bapak Marah dan Tak Terima Ditegur karena Lakukan Catcalling di Surabaya
Sebelum Ompreng Kembali ke SPPG, Viral Guru Kumpulkan Sisa Makanan MBG untuk Pakan Ternak: Daripada Dibuang Sia-sia
Usai Viral Diduga Telantarkan 29 Santri, Maskapai Super Air Jet Buka Suara Tunjukkan Bukti dari CCTV
Niat Hati Belikan Mainan untuk jadi Penyemangat Sembuh, Viral Momen Barang Baru Datang saat Anaknya Sudah Meninggal
Janji KDM Usai Viral Isu Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong, Pasang Lampu Estetik dan Penindakan Tegas Praktik Terlarang
Viral Kasus Korban Pelecehan jadi Tersangka di Pagar Alam Sumsel, Warganet Geram hingga Minta Komisi III DPR Turun Tangan