INDRAGIRI HULU - Sudah satu bulan, 2.500 orang warga yang tergabung dalam KUD Bina Sejahtera tidak menerima hasil sawit plasma PT Teso Indah. Mereka menderita karena ulah para pencuri buah sawit plasma milik KUD Bina Sejahtera.
Ketua KUD Bina Sejahtera, Raja Fauzi dalam rapat bersama anggotanya, Kamis (30/3/2023), menyampaikan ada kelompok masyarakat Desa Pasir Ringgit yang membawa oknum preman dari luar daerah melakukan pemanenan terhadap kebun plasma milik PT Teso Indah yang tergabung di dalam KUD Bina Sejahtera.
“Ada oknum masyarakat yang dibayar oleh pihak tertentu untuk melakukan pemanenan dan di backup oleh pihak tertentu pula,” ungkapnya.
Kejadian ini sudah dilaporkan kepada Polres Inhu, bahkan selaku ketua KUD Bina Sejahtera sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres, namun sejauh ini prosesnya belum berkelanjutan sejak dilaporkan pada tanggal 13 Maret 2023, lalu.
“Sudah 17 hari laporan kami masuk ke Polres Inhu namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya, sampai hari ini oknum-oknum tersebut masih melakukan pemanenan,” ujar Fauzi.
Fauzi mengungkapkan, warga 7 desa yang tergabung di KUD Bina Sejahtera sudah tidak sabar dan berencana akan menangani secara langsung para pencuri sawit ini di lapangan. Ini dikhawatirkan bakal terjadi bentrok antar warga.
"Kami berharap Polres Inhu jika belum menindaklanjuti laporan kami, setidaknya bisa menghentikan pencurian di lokasi. Kasihanlah pada anggota KUD, sudahlah tidak menerima gaji jangan sampai melanggar hukum karena laporannya tidak direspon secara hukum," pinta Fauzi.