PEKANBARU- Fitria Nengsih sendiri menjadi satu dari tiga orang yang ditetapkan tersangka oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Selain Fitria, Muhammad Adil dan Ketua Tim Pemeriksa BPK Perwakilan Provinsi Riau, M Fahmi Aressa, juga ditetapkan sebagai tersangka.
Fitria Nengsih adalah satu-satunya wanita dari 3 tersangka yang ditetapkan KPK, Jumat 7 April 2023 malam. Ia terjaring OTT KPK bersama Bupati Meranti Muhammad Adil.
Tak hanya satu kasus, OTT KPK ini mengungkap tiga macam kasus sekaligus, dan sosok Fitria Nengsih terlibat di dalam semua kasus tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Fitria Nengsih bukan sembarangan pejabat.
Baca Juga: DPD PDI Perjuangan Riau Pastikan Bupati Meranti Muhammad Adil Bukan Kader
Konon dia bukan hanya dekat dengan Bupati, tapi lebih dari itu. Benarkan ia istri siri Bupati Meranti?
Pasca KPK mengumumkan kronologis, kerangka kasus korupsi sekaligus menghadirkan tiga tersangka dalam keterangan pers Jumat malam, nama Fitria Nengsih terus menjadi buah bibir.
Dikutip dari jaringnews.co.id, Fitria Nengsih, sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Meranti ternyata berperan krusial dari tiga kasus korupsi yang diungkap KPK.
Baca Juga: Terkenal Berani, Bupati Meranti Muhammad Adil Pernah Tantang Menkopolhukam dan Kadiv Humas Mabes Polri
Publik dibuat penasaran dengan sosok Fitria Nengsih yang memiliki peranan penting dari setiap kasus yang menjerat Bupati Meranti Muhammad Adil.
Konon Fitria Nengsih bukan hanya hubungan atasan dan bawahan dengan Bupati Meranti, tapi lebih dari itu. Beredar kabar ia, merupakan cem cemen alias istri siri Bupati Meranti.
Isu ini sempat ditanyakan oleh wartawan yang hadir dalam konferensi pers tersebut, sedikitnya tiga orang wartawan menanyakan hal ini kepada Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Baca Juga: Bupati Muhammad Adil Ditangkap KPK, Wakil Bupati Panggil Semua Pejabat, Ini yang Dibahas
Dalam kronologis yang disampaikan Alexander Marwata, Fitria Nengsih memiliki peran penting dari tiga kasus yang menjerat Bupati Meranti Muhammad Adil.
Misalnya, dalam kasus pemotongan anggaran yang bersumber dari Uang Persediaan (UP) dan Ganti Uang Persediaan (GU), APBD Kabupaten Meranti sebesar 5 sampai 10 persen, Fitria Nengsih bertugas sebagai pengepul dari para Kepala SKDP.
Selanjutnya, kasus fee proyek pemberangkatan umroh para Takmir Masjid di Kabupaten Meranti, Fitria Nengsih juga berperan ganda.
Baca Juga: Sabarudi PKS Diisukan Usulkan Nama Pj Wali Kota Pekanbaru Tanpa Rapat, Azwendi Surati Mendagri
Fitria Nengsih yang menghimpun dana umroh yang semestinya gratis, justru malah ditagihkan ke pemerintah, dari program 5 plus 1 (gratis). Dalam kasus ini, Fitria Nengsih juga yang menjabat sebagai Kepala Cabang PT TM (Tanur Muthmainnah).
Selanjutnya dalam kasus dugaan suap kepada BPK Perwakilan Riau, Fitria Nengsih juga bertugas mengkondisikan untuk mendapatkan predikat WTP, dan memberikan uang kepada M Fahmi Aressa FH, Ketua Tim Pemeriksa BPK untuk laporan keuangan Kabupaten Meranti.
Diketahui Hj. Fitria Nengsih adalah Kepala BPKAD yang belum satu tahun menjabat sebagai Pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.
Hj. Fitria Nengsih dilantik pada Senin 9 Mei 2022, pasca Hari Raya Idul Fitri 2022. Ia dilantik Bupati Meranti Muhammad Adil menggantikan posisi Alamsyah Mubaraq, yang menjabat Sekretaris yang merangkap Plt Kepala BPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Alamsyah Mubaraq bukan hanya digantikan posisinya, namun ia dinonjobkan dari jabatan yang sebelumnya diemban.
Sedangkan Hj. Fitria Nengsih sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepualauan Meranti.
Sebagai pejabat Eselon II yang belum genap satu tahun, peran Hj. Fitria Nengsih dalam berbagai hal yang memiliki kepentingan dengan Bupati Meranti, tak bisa dianggap remeh.
Ia dipercaya untuk menjadi ‘pengepul’ dana-dana yang dihimpun dari para Kepala SKDP di Kabupaten Meranti.
Siasat menyulap dana Uang Persediaan (UP) dan Ganti Uang Persediaan (GU) menjadi utang para Kepala SKPD kepada bupati berjalan lancar, dan terhimpun hingga puluhan miliar.
Demikian juga, jabatan ganda yang diemban Fitria Nengsih pada proyek perjalanan umrah Takmir Masjid Kabupaten Meranti.
Sebagai orang dekat Bupati Muhammad Adil, Fitria Nengsih bisa sangat leluasa mengkondisikan perusahaan jasa travel umrah yang dipimpinnya untuk memenangkan proyek.
Alih-alih mengumbar promo untuk menarik simpati dalam perjalanan ibadah, malah dimanfaatkan untuk mengeruk APBD Kabupaten Meranti.
Langkah Hj. Fitria Nengsih pun akhirnya berhenti setelah KPK melakukan OTT, dan mengungkap tiga kasus sekaligus.
Benarkah Hj. Fitria Nengsih, bukan hanya sekedar orang dekat bupati, tapi lebih daripada itu. Begini jawaban Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, saat ditanya tentang sosok Fitria Nengsih yang diduga jadi cem ceman Bupati Meranti.
“Selanjutnya untuk pertanyaan kedua, saya tidak akan menjawab karena tidak ada hubungan dengan perkara korupsi. Biarlah menjadi urusan pribadi yang bersangkutan,” kata Alex.***