Setahun Kepemimpinan Pj Wali Kota Pekanbaru, Banjir dan Jalan Rusak di Pekanbaru Makin Parah

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 12 April 2023 | 13:55 WIB
Spanduk propaganda BEM Unri.
Spanduk propaganda BEM Unri.

PEKANBARU - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau  (BEM Unri) menggelar aksi propaganda berupa pemasngan spanduk, sebagai bentuk protes terkait mekanisme pengusulan nama Pj Wali Kota Pekanbaru.

Aksi yang dilakukan BEM Unri melalui Kementrian Sosial dan Politik ini, dilaksanakan pukul 02.00 WIB, dengan memasang spanduk spanduk dua titik, yaitu di depan Kantor DPRD Pekanbaru dan di depan Kompleks Kantor Wali Kota Pekanbaru.

Spanduk dari BEM Unri ini berisi kalimat-kalimat sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang lamban dalam menangani setumpuk permasalahan yang ada.

“Pekanbaru katanya kota bertuah, tapi faktanya Pekanbaru adalah kota berkuah. Setiap kali hujan lebat mengguyur Kota Pekanbaru, maka lagi-lagi banjir bisa kita rasakan dan kita di lihat dimana-mana," kata Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau, Khoirul Basar.

Banjir ini membuat akses transportasi lalu lintas terganggu, dan tidak sedikit perumahan warga yang terkena dampak dari permasalahan banjir di Kota Pekanbaru ini.

"Satu tahun yang lalu PJ Walikota Pekanbaru berjanji akan menuntaskan permasalahan banjir di Kota Pekanbaru, tapi faktanya sampai hari ini justru banjir semakin buruk di Kota Pekanbaru," tuturnya.

"Belum lagi dengan infrastruktur di Pekanbaru yang belum menuai solusi sampai hari ini. Jalan rusak dimana-mana, bahkan ada beberapa titik yang memang betul-betul harus menjadi perhatian bagi pemerintah Kota Pekanbaru, seperti di Jalan Taman Karya, Jalan Bangau Sakti, Jalan Parit Indah, dan beberapa titik lokasi lainnya yang perlu di perbaiki," tutur

Pekanbaru menjadi Ibukota Provinsi Riau yang katanya kota maju dan metropolitan, masih terganggu dengan belenggu permasalahan seperti banjir, jalanan rusak, fasilitas umum yang tidak layak guna, tumpukan sampah yang berserakan sembarangan di tepian jalan dan beberapa lokasi tempat, serta beragam aspek permasalahan lainnya.

"Setumpuk permasalahan ini menghasilkan catatan tebal yang berisi rentetan masalah yang terus saja menjadi PR hitam yang belum tertuntaskan oleh pemerintah kota," tambahnya.

Pekanbaru, lanjutnya, belum terbebas dari beragam permasalahan. Mulai dari banjir yang sering sekali melanda beberapa titik di Pekanbaru ketika musim hujan melanda, jalanan rusak yang menghambat akses transportasi masih banyak dijumpai di beberapa jalan Ibukota Provinsi Riau ini, fasilitas umum seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang kurang layak, pinggiran jalan dan selokan yang menjadi tempat penampungan sampah sembarangan pun sangat mudah ditemui.

“Kemudian dalam hal dan banyak nya polemik yang terjadi kami juga melihat peran pengawasan dari DPRD Kota Pekanbaru, apakah DPRD Kota Pekanbaru sedang tertidur pulas atau justru sedang asyik menikmati singgasananya yang merupakan hasil dari uang rakyat itu? Bukannya masyarakat Kota Pekanbaru semakin berjaya, tapi justru semakin tidak baik-baik saja. Maka dari itu, BEM UNRI harus bergerak untuk menyuarakan aspirasi rakyat saat ini,” ujar Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau.

Selain menyoroti permasalahan jalanan dan beberapa fasilitas umum di Pekanbaru, BEM UNRI mempertanyakan sikap DPRD Kota Pekanbaru yang tidak memberi balasan yang jelas terhadap surat dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) nomor 100.2.1.3/1773/SJ tanggal 27 Maret 2023 lalu.

Perihal yang disampaikan di dalam surat ini ialah mengenai usulan nama calon PJ Walikota Pekanbaru untuk menggantikan masa jabatan PJ Walikota sebelumnya yang berakhir di bulan Mei ini. Hingga batas waktu terakhir pengiriman nama calon yang ditetap Kemendagri yakni pada Kamis lalu (06/04), DPRD Kota Pekanbaru tidak kunjung mengirimkan balasan. Hal ini memberi pertanyaan besar dibenak masyarakat atas sikap DPRD Kota Pekanbaru.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X