Jalankan Program TJSL, PHR Ikhtiar Jaga Lingkungan Hidup di Lancang Kuning

photo author
Imay RM, Riau Makmur
- Kamis, 8 Juni 2023 | 12:32 WIB
_Kondisi lingkungan yang asri dan lestari di Camp Duri yang merupakan aset PHR, ini sebagai wujud komitmen PHR dalam menjaga alam._
_Kondisi lingkungan yang asri dan lestari di Camp Duri yang merupakan aset PHR, ini sebagai wujud komitmen PHR dalam menjaga alam._

RIAUMAKMUR.Com, Pekanbaru - Hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni menjadi momentum untuk merefleksikan Kembali pentingnya menjaga likungan hidup dan ekosistem yang berkelanjutan. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara konsisten mengambil peran menjaga lingkungan hidup di Provinsi Riau melalui program TJSL.

Melalui sejumlah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR sebagai perusahaan hulu migas terkemuka di Indonesia ini terus berupaya memperhatikan aspek lingkungan di tengah operasi menjaga ketahanan energi nasional.

Selaras dengan tema hari lingkungan hidup 2023 ‘Perangi Sampah Plastik dan Pemanasan Global, PHR berkomitmen melalui program TJSL mendorong konservasi keanekaramgaman hayati serta peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan lingkungan.

Baca Juga: Dukung Generasi Bangsa Kuat, PHR Bekerjasama Kabupaten Kampar Turunkan Stunting 

“Selain berpusat pada pengembangan masyarakat secara sosial, PHR juga mendorong kepedulian atas pengembangan masyarakat di bidang lingkugan yang berfokus pada upaya perlindungan lingkungan,” kata Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto, Selasa (6/6).

Adapun upaya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan lingkungan di antaranya program bank sampah. Program yang menjadi salah satu unggulan PHR ini bahkan telah direplikasi di 40 lokasi di berbagai kabupaten / kota di Riau.

Baca Juga: 5 Hari Tenggelam, Jenazah Mahasiswa PCR Ditemukan Mengambang di Sungai Kampar

Selain itu, bank sampah ini juga menjadi bagian dari kesuksesan program Adiwiyata sekolah hingga penghijauan lingkungan melalui pemberian ilmu dan praktik kepada instansi pemerintahan. Sejak diluncurkan bersama mitra pelaksana LPPM Unilak tiga tahun lalu, program bank sampah terus berkembang menjadi 100 kelompok bank sampah inti maupun unit.

Bank sampah binaan PHR telah menghasilkan sejumlah produk turunan mulai organik hingga anorganik seperti Eco Enzym (EE), Azolla, pupuk lindi, budi daya maggot serta berbagai produk kerajinan dari hasil daur ulang sampah dan ecobrick. Perkembagan bank sampah cukup pesat dengan tersebar di beberapa lokasi yakni di Rumbai, Minas, Duri, Siak, Bengkalis, Unilak dan sejumlah daerah lainnya.

“Kehadiran bank sampah tersebut mampu membawa manfaat berupa penghasilan bagi kelompok dan masyarakat sekitar,” kata Rudi.

Baca Juga: Dishub Pekanbaru Berencana Siapkan Parkir Khusus Truk Angkutan Barang

Lewat program konservasi, PHR turut mendorong pelestarian satwa endemik Gajah Sumatra. Upaya konservasi Gajah Sumatra diperkuat dengan Program Forestry yang melibatkan masyarakat di sekitar area jelajah (home range) gajah liar.

Bersama mitra pelaksana Rimba Satwa Foundtion (RSF) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, PHR mendorong pemulihan habitat gajah dengan menanam tanaman pakan di area perlintasan gajah serta menanam tanaman yang rendah gangguan atau tidak disukai gajah namun bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Baca Juga: Semua Elemen Masyarakat Diimbau Bersinergi Sukseskan Pemilu 2024

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Imay RM

Tags

Rekomendasi

Terkini

X