Dikatakan dia, bahwa materi yang disampaikan, di antaranya dinamika kelembagaan. Hal ini untuk menyatukan visi misi dan kekompakan di dalam kelembagaan atau oraganisasi pekebun.
"Kelapa sawit komoditi primadona dan penyumbang APBN terbesar. Petani atau pekebun harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jadi kami mohon pelatihan seperti ini bisa dikembangkan lagi, mengundang lebih banyak narasumber dengan menyajikan materi pelatihan lainnya," tandasnya. **"
Artikel Terkait
Pekan Ini, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Naik Hingga Periode 13 Juni 2023
Harga CPO dan Kernel Alami Fluktuasi di Pasar Minyak Sawit
Dapat Ilmu Panen dan Pascapanen, 55 Pekebun Kelapa Sawit di Riau Senang
Puluhan Petani Sawit Datangi Perkebunan dan PKS di Siak, Ini Tujuannya
Riau Jadi Pelopor dalam Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit untuk Petani Mitra Swadaya
Kini, Harga Sisa Cangkang Sawit di Riau Mengikuti Kontrak Penjualan di PKS
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Pekan Ini Rp2.319,07 per Kg
Program Jaga Zapin Perlu Dibarengi Perbaikan Patokan Harga Sawit
Bertemu Dubes Swiss, Gubri Beberkan Program Riau Hijau, Rendah Karbon hingga Kelapa Sawit Berkelanjutan
115 Pekebun Kelapa Sawit Riau Ikut Pelatihan ISPO, Ini Manfaatnya