RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri (UIDRKR) bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Riau, menyelenggarakan program khitan massal untuk anak-anak Yatim dan dhuafa.
Program ini diadakan khususnya selama liburan semester genap di daerah Pekanbaru dan sekitarnya. Namun lokasi acara dilaksanakan di wilayah Jalan Uka (Perumahan Garuda Permai) Kelurahan Air Putih, Kota Pekanbaru, Sabtu (25/6/2023).
Totalnya ada 50 anak Pekanbaru dan sekitarnya yang menjalani proses khitan. Sedangkan, acara khitan massal ini dihadiri oleh perwakilan YBM PLN UIDRKR, Afrizal.
Untuk memastikan kelancaran acara ini, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Riau bekerja sama dengan RSIA Annisa dalam menyediakan tenaga medis yang dibutuhkan.
Selain itu, para tokoh RT/RW dan tokoh masyarakat setempat juga turut hadir dalam acara ini.
Sebelum acara khitan dimulai, setiap peserta akan menjalani proses screening oleh petugas kesehatan. Tujuan dari screening ini adalah untuk melakukan pengecekan awal terhadap peserta khitan massal.
Jika tidak ditemukan adanya kendala kesehatan, peserta akan diizinkan masuk ke ruang tindakan untuk dilakukan khitan. Selain itu, juga disediakan ruang observasi yang bertujuan untuk memantau kondisi peserta setelah menjalani khitan.
Kepala Cabang IZI Riau, Iqbal Farizi, dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UIDRKR Pekanbaru serta para donatur yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program khitan massal ini.
"Alhamdulillah kegiatan ini sudah beberapa kali dilaksanakan dan YBM PLN UIDRKR sebagai donaturnya. Kami dari IZI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga dengan kegiatan yang dilakukan ini semakin banyak pula orang yang akan berzakat, berinfak dan bersedekah dikemudian hari," ujar Iqbal Farizi.
Khitan memang memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan. Setelah menjalani khitan, seseorang akan lebih mudah menjaga kebersihan diri, karena prosedur khitan menghilangkan lipatan kulit yang dapat menjadi tempat berkumpulnya kuman dan bakteri.
Dengan demikian, orang yang telah berkhitan memiliki kemungkinan lebih rendah untuk terinfeksi dan terhindar dari risiko infeksi menular.
Selain itu, khitan juga dikaitkan dengan pengurangan risiko infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, dan beberapa kondisi medis lainnya.
Dokter Esqa, sebagai Penanggung Jawab tenaga medis dari RSIA Annisa, memberikan penyuluhan kepada warga sekitar dan anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri guna mencegah penyakit dan infeksi bakteri.
Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya praktik kebersihan yang meliputi mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker saat diperlukan, serta menjaga pola hidup sehat.
Artikel Terkait
New XL7 Hybrid Suzuki Meluncur di Pekanbaru, Kendaraan SUV Mewah dan Ramah Lingkungan
Berhasil ke Final Taipei Open 2023, Ini Lawan Chico dan Ana/Tiwi Besok
Syahnaz dan Jeje Hadir Bersama di Acara Lagi Lagi Tenis
Bima Sakti Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia U17 Yang Akan Ikut FIFA World Cup U17 2023
Marco Bezzechi Raih Posisi Start Terdepan Diikuti Francesco Bagnaia dan Luca Marini Moto GP Belanda
Koni Riau Bakal Degradasi Cabor yang Tidak Aktif
Rekomendasi Pomade Terbaik untuk Menata Rambut Anda dengan Gaya
Buat Mata Semakin Cantik, Ternyata Begini Cara Pakai Eyeshadow Untuk Pemula
Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan: Drachin When I Fly Towards You Bikin Kamu Kangen Masa-Masa SMA
Resep Salad Buah Segar untuk Menyegarkan Hari Anda