Salah satu gejala yang ditimbulkan yakni in koordinasi, atau saraf tidak lagi bisa menjadi penyalur informasi ke otak.
Oleh sebab itu tindakan–tindakan hewan peliharaan akan berubah 180 derajat dari bisanya.
Terutama pada hewan peliharan seperti anjing yang cenderung bertindak agresif bahkan tanpa diprovokasi.
Itu pula mengapa anjing rabies, umumnya disebut anjing gila.
Revalita menjelaskan, setidaknya ada 2 ciri–ciri hewan terpapar rabies yang bisa diamati dari pelakunya.
Pertama, tanda–tanda agresif.
Tanda – tanda ini cenderung membuat hewan peliharaan akan memberikan respon secara berlebihan terhadap suatu hal yang bergerak.
“Bahkan kayu bergerak pun digigit. Kemudian, hewan yang terjangkit rabies cenderung akan menghindari matahari,” tuturnya.
Kedua, tanda – tanda silent.
Anjing yang telah terpapar rabies biasanya akan lebih suka berdiam diri di lantai atau bersembunyi di tempat–tempat gelap.
Karena takut dengan cahaya matahari, air dan takut dengan benda–benda yang bergerak.
Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada pemilik hewan agar selalu melakukan pencegahan penularan virus rabies dengan memperhatikan kesehatan hewan dan pemiliknya.
“Apalagi sekarang ini, pandemi tren memelihara hewan naik. Karena mereka tak banyak keluar rumah jadi asik bermain dengan hewan,” jelasnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada pemilik hewan peliharaan agar selalu memvaksin hewan tersebut, sedikitnya setahun sekali untuk mencegah tertularnya virus rabies pada hewan peliharaan Anda.***