Kemudian di ujung barat halaman, juga terdapat sisa bangunan WC dan kamar mandi berukuran 6 meter persegi yang terdiri dari 3 ruangan. Uniknya, struktur pondasi bangunan tangsi, yang berbentuk setengah lingkaran dengan peletakan tiga sendi.
"Keunikan lain ada pada tata letak bangunan menghadap sungai dan menerapkan konsep waterfront city, yang memungkinkan Belanda pada waktu itu mengintai kapal yang masuk dari muara Sungai Siak," kata Irving.
Pada Tahun 2018 lalu, Kementerian PUPR melaksanakan proyek revitalisasi senilai Rp 5,2 Miliar pada Gedung A dan Gedung F, yang berada paling depan dan belakang kompleks tangsi. Gedung F yang paling belakang itu dahulu dijadikan tempat makan para tentara.
Sebenarnya bangunan itu ada dua, namun yang sudah dibangun Kementerian PUPR satu unit gedung yang berada paling belakang. Karena berdasarkan hasil identifikasi tim ahli, strukturnya dinyatakan lebih lengkap.
Sementara bangunan kedua hanya tersisa tapak pondasinya saja. Akhirnya pemerintah mengemas sebagai objek tapak situs untuk menceritakan bahwa dahulu pernah ada bangunan yang identik dengan bangunan di sebelahnya. Bahkan menggunakan modifikasi pencahayaan untuk menambah nilai estetika.
Kompleks Tangsi Belanda ini juga sangat cocok dijadikan lokasi studi seni arsitektur bangunan kolonial abad 19, khususnya bagi mahasiswa teknik sipil. Pemkab Siak berharap aset kompleks tangsi bisa tetap lestari melalui peran suatu badan pengelola situs cagar budaya yang ada di kota pusaka.
"Supaya kita tak hanya mendapatkan nilai tambah magnet pariwisata, namun situsnya tetap terjaga dan bisa diwariskan untuk generasi masa depan,” ucap Irving.
Artikel Terkait
Pulau Sumbawa Jadi Destinasi Wisata Alternatif Turis Australia
Libur Lebaran, Dispar Riau Lakukan Pemantauan ke Lokasi Destinasi Wisata
Masjid Syahabuddin Siak Cocok Dijadikan Destinasi Wisata Religi Saat Lebaran Idul Fitri 2023
5 Destinasi Wisata di Kota Pekanbaru yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Update Terbaru, Polisi Sebut Korban Meninggal Kecelakaan Bus Wisata Guci Bertambah Jadi 2 Orang
Komunitas HCCR Riau: Seru Berpetualang di Wisata Alam Riau Bersama Honda CRF 150 L
Serunya, Puluhan Bikers dan CDN Riau Eksplor Wisata Air Terjun Guruh Gemurai dengan Honda CB150X
Gubri Syamsuar Rayu Pemilik Wisata Heha Forest untuk Berinvestasi di Riau
OJK dan Perbarindo Touring Wisata Jelajah Tanah Rohul untuk Promosikan Pariwisata di Riau
Kayaknya Seru Nih, Ada Wisata Hutan Mangrove di Pekanbaru Cuy
Lantern Festival Hadir di Living World Pekanbaru, Bisa Jadi Destinasi Wisata Lampion untuk Liburan Sekolah
Tim Polres Kampar Baru Dapat Kayu Ilog di Wisata Gulamo, Pemiliknya Masih Diburu
Air Terjun Nyarai, Destinasi Wisata Alam di Sumbar yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Pemerintah akan Siapkan Paket-Paket Wisata Sambut Ajang Olahraga Internasional