RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Zulfadli, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengumumkan hasil rapat penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya Riau yang dilaksanakan hari ini, Selasa (25/7/2023).
Defris Hatmaja mengatakan dalam rapat penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya Riau tersebut, Disbun Provinsi Riau bersama tim penetapan harga telah menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode minggu ke-06 tahun 2023, yang berlaku mulai dari tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus 2023.
Defris Hatmaja menjelaskan bahwa hasil penetapan harga TBS kelapa sawit mitra swadaya Riau kali ini didasarkan pada table rendemen harga baru yang merupakan hasil kajian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
"Penetapan harga ini telah disepakati oleh Tim, dan mengalami penurunan tertinggi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp 51,01/Kg, atau mencapai 2,08% dari harga minggu sebelumnya. Dengan demikian, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp 2.400,36/Kg," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja.
Selain itu, harga cangkang kelapa sawit juga telah ditetapkan untuk periode satu bulan ke depan, yaitu sebesar Rp 29,28/Kg. Dalam penetapan harga kali ini, digunakan indeks K untuk 1 bulan ke depan, dengan nilai sebesar 90,89%.
Dampak dari penetapan harga ini, harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) juga mengalami penurunan sebesar Rp 247,20/kg dari harga minggu sebelumnya, begitu pula dengan harga penjualan kernel yang turun sebesar Rp 51,55/kg dari minggu sebelumnya.
Namun, perlu ditegaskan bahwa harga kernel yang digunakan dalam penetapan kali ini adalah harga dari Kelompok Perusahaan Binaan Negara (KPBN).
Meskipun beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mengalami kenaikan penjualan kernel, harga tersebut telah melalui validasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8. Sebagai catatan, harga rata-rata KPBN dalam periode 17 hingga 23 Juli 2023 adalah sebesar Rp 4.852/Kg.
"Penetapan harga TBS kelapa sawit ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan kepastian kepada petani dalam menjalankan usaha perkebunan," jelasnya.
Pemerintah Provinsi Riau terus berkomitmen untuk mengawal dan menjaga stabilitas harga komoditas kelapa sawit agar tetap menguntungkan bagi seluruh pelaku usaha di sektor perkebunan.
Berikut Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Riau Nomor 6 periode 26 Juli - 1 Agustus 2O23:
Umur 3th (Rp1.841,78);
Umur 4th (Rp2.065,42);
Umur 5th (Rp2.228,68);
Artikel Terkait
Program Jaga Zapin Perlu Dibarengi Perbaikan Patokan Harga Sawit
Bertemu Dubes Swiss, Gubri Beberkan Program Riau Hijau, Rendah Karbon hingga Kelapa Sawit Berkelanjutan
115 Pekebun Kelapa Sawit Riau Ikut Pelatihan ISPO, Ini Manfaatnya
BPDPKS, Ditjenbun, dan PT Daya Guna Lestari Latih Pekebun Sawit di Riau
Tanam Sorgum Bisa Jadi Alternatif Penghasilan Masyarakat saat Replanting Sawit
Menko Marves Luhut Sebut Pemerintah Akan Legalisasi 3,3 Juta Hektare Sawit di Kawasan Hutan, Walhi Kritisi
Gubri Syamsuar Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Pengurusan Izin Kebun Kelapa Sawit Warga Desa Rambah Muda
Pasar Kelapa Sawit Riau: Harga CPO Naik, Kernel Stabil
Potensi Lidi Sawit: FPKB dan UMKM Pekanbaru Studi Banding ke Pariaman
Jahe Cocok Jadi Tanaman Tumpang Sari di Kebun Sawit
Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Riau Periode 5-11 Juli 2023 Naik
Perbaiki Tata Kelola Sawit, Luhut Ingin Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Kolaborasi
UR Gelar Seminar Sehari Pertanian Akselerasi Sertifikat Kelapa Sawit Rakyat
Tindaklanjuti Temuan Harga Sawit Di Bawah Kesepakatan, Ini Hasil Pertemuan Disbun Riau dengan PKS
Prabowo Ungkap Uni Eropa Gerah dengan Kebijakan Sawit Jokowi: IMF Juga Sama
Naik, Ini Daftar Harga Kelapa Sawit Mitra Swadaya Riau Periode 19-25 Juli 2023
Kabar Baik Bagi Petani Mitra Plasma di Riau, Harga Kelapa Sawit Naik
Selain Sawit, Gubri Syamsuar Sebut Masih Banyak Pertanian Lain yang Bisa Dikembangkan
Sektor Kelapa Sawit Jadi Tulang Punggung Penerimaan Pajak di Riau, Kontribusinya Capai 42,7 Persen