Ginta pun berharap, event seperti ini dapat menjadi komitmen pemerintah untuk diadakan pada tahun-tahun selanjutnya. “ Mudah-mudahan ke depannya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bisa mengadakan event-event seperti ini.
Karna dari sini kita dapat perkenalkan makanan, minuman, serta karya-karya dari masyarakat. Apalagi both ini kami di berikan secara gratis dari pemerintah.” singkatnya.
Sementara itu, Owner dari Balai Musik Riau (BMR), Robita Irawan mempunyai cara unik untuk memperkanal alat musik tradisional melayu di Gerakan Nasional BBI/BBWI.
Satu diantaranya seperti menjual dan memproduksi alat-alat musik berciri khas Riau.
“Tujuan saya memproduksi alat musik melayu ini karna saya ingini kedepannya alat musik tradisional dari daerah kita dapat dikenali secara luas. Kalau sudah banyak mengetahui alat musik ini, otomatis tentu ada juga yang bisa menggunakannya. Jadi dengan begitu, ini dapat menjadi cara kita untuk melestarikan alat musik Riau ke generasi-generasi selanjutnya. Itu yang kita inginkan agar alat musik ini tetap ada,” terangnya.
Dia tuturkan, produksi awal alat musik ini di mulai dari tahun 2012. Sang owner mengaku setiap ada pameran pasti dirinya ikut berkontribusi, terhitung dalam tahun ini BMR sudah mengikuti empat kali event.
- Baca Juga: Gubernur Riau Lakukan Peletakan Batu Pertama Masjid Al-Usman, Ketua RT: Terima Kasih Pak Syamsuar
“Dengan semakin banyaknya kegiatan-kegiatan seperti ini, alat musik melayu seperti gambus dan kompang tetap di ingat oleh masyarakat. Untuk harga kita jualnya bermacam-macam ya, mulai dari 2,5 juta hingga 5 juta. Dan kalau mau kunjungi toko kita dapat mampir ke jalan kaharudin nasution no 168. Sedangkan kalau toko onlinenya bisa cek di instagram @BMR_MUSIK.” tuturnya.
Kemudian, seorang wanita bernama Juniarti yang menjual kerajinan tangan dari tanaman eceng gondok ini juga menyambut baik Provinsi Riau menjadi tuan rumah gernas bangga buatan Indonesia. Karena dari bazar ini, dia dapat memperkenalkan berbagai aneka karya uniknya.
“Wah kami menyambut baik sekali dek adanya kegiatan seperti ini. Karna saya dapat mempromosikan tanaman eceng gondok yang di sulap menjadi aneka sovernir, bermacam model keranjang, dan tas unik yang bergaya masa kini,” katanya.
Produk yang bernama Kriya Sanax tesebut berasal dari Bangkinang, Kabupaten Kampar. Dirinya memulai usaha ini sejak awal tahun 2023.
Sehingga sekarang, Juniarti telah mempunyai lima orang anggota untuk membantu produksi kerajinan tangan.
“Saya ini ibu-ibu asal Bangkinang. Saya ada disini membuktikan juga, kalau seorang ibu rumah tangga itu bisa berkreasi dan menghasilkan uang. Jika setiap masyarakat dapat bergerak seperti ini pasti kita bersama pemerintah saling membantu dalam menambah lowongan pekerjaan. Alhamdulillah, saya baru berusaha di awal tahun 2023 saja sudah memiliki lima anggota,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Sepakat dengan Aburizal Bakrie, Satkar Ulama Yakin Presiden Joko Widodo Adalah Sosok Negarawan
Mau Pergi Keluar Untuk Akhir Pekan? Yuk Cek Dulu Prakiraan Cuaca di Riau Hari ini
Cara Membuat Serundeng Daging Sapi Enak dan Tahan Lama
Kalah Straight Game dari Pasangan Taiwan, Fajar/Rian Terhenti di Semifinal Japan Open 2023
Naik Rp 3.000, Berikut Rincian Harga Emas Antam Hari ini
Suzuki Indonesia Recall 2.238 Unit S-Presso, Ada Pergantian Kompenen ini
Cabor Renang Peparpenas 2023 Targetkan 3 Medali Emas
Momen Foto Viral Erling Haaland dan Jisoo BLACKPINK, Disebut Mirip Editan Hingga Minta FLOWER Challenge
Lapak UMKM Disediakan Gratis di Gernas BBI-BBWI Riau, Jika Ada Pungutan Lapor ke sini
Indonesian Tourism Golf Pro Series 2023 Digelar di Riau