“Semoga hal ini dapat kita teruskan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” lanjutnya.
- Baca Juga: Hadirkan Judika di Hari Puncak Perayaan HUT ke-66 Riau, Gubri Ajak Masyarakat Datang Ramai-Ramai
Dalam segi penanganan stunting, tahun 2022 Provinsi Riau telah berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 17 persen dari 22,3 persen.
Capaian ini merupakan prestasi bersama, sehingga Riau termasuk 5 Provinsi di Indonesia yang berhasil menurunkan prevalensi stunting di atas 5 persen.
“Perlu diketahui, Riau termasuk 5 Provinsi di Indonesia yang berhasil menurunkan prevalensi stunting di atas 5 persen. Sehingga Provinsi menempati peringkat ke 6 dengan stunting terendah tingkat Nasional,” terangnya.
Selanjutnya, mendukung Provinsi Riau menjadi salah satu pusat perekonomian Indonesia, peningkatan infrastruktur di Riau menjadi prioritas. Dari tahun 2019 hingga 2023, telah terealisasi pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 305,96 Km, serta pembangunan jembatan sebanyak 27 unit.
“Untuk tahun 2023 anggaran untuk peningkatan jalan sebesar Rp.866 Miliar. Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau juga mengalokasikan Dana Bantuan Keuangan Khusus infrastuktur untuk peningkatan jalan, pembangunan jalan dan jembatan pada Kabupaten/Kota sebesar Rp. 153,9 Miliar,” tuturnya.
Sementara itu, agar mewujudkan Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia, Pemprov Riau telah menerbitkan Peraturan Gubernur Wajib Belajar 12 Tahun di Provinsi Riau. Hal ini bertujuan supaya tidak ada anak di Riau yang berusia 12-18 tahun yang tidak mengikuti program wajib belajar 12 tahun.
“Untuk memenuhi hal tersebut, pada jenjang SMA/SMK/SLB Negeri sejak tahun 2019 dapat bersekolah gratis dan SMA/SMK/SLB Swasta diberikan Bosda. Pada jenjang perguruan tinggi, Pemerintah Provinsi Riau telah juga menyiapkan anggaran beasiswa sebesar Rp.100,5 Miliar pada tahun 2023,” jelas Gubri Syamsuar.
Begitu juga dalam hal kesehatan, sejak tahun 2019 Pemprov Riau telah mengupayakan percepatan perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) dengan Budget Sharing 55 persen Provinsi dan 45 persen Kabupaten/Kota.
Dengan begitu diharapkan, pada tahun 2024 telah tercapai sebesar 98 persen jaminan kesehatan semesta.
“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati/Walikota yang telah mencapai program UHC, diantaranya Kabupaten Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Kota Dumai, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru. Kami terus mengupayakan kepada Kabupaten/Kota yang belum mencapai UHC agar memprioritaskan pada program Jaminan Kesehatan Semesta/UHC,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Kunker ke Rohul, Gubri Syamsuar Salurkan Bantuan Kepada Panti Asuhan dan Masjid
Gubri Dengarkan Aspirasi Warga Kepenuhan Timur Soal Abrasi Sungai Rokan
Gubri Syamsuar Tinjau Pembangunan Jembatan Sei Batang Lubuh Hingga Perbaikan Jalan Simpang Jurong
Gedung Mako Pangkalan TNI AL Dumai Diresmikan, Gubri Harap Bisa Menambah Semangat Membangun Riau
Antusias Peserta Tinggi, Gubri Harap Riau Bhayangkara Run Jadi Agenda Tahunan
Hadirkan Judika di Hari Puncak Perayaan HUT ke-66 Riau, Gubri Ajak Masyarakat Datang Ramai-Ramai
Gubri Syamsuar Sambangi Kediaman Mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, Ini katanya
Begini Momen Gubri Syamsuar Sambangi Kediaman Mambang Mit
Kisah Haru Guru SMAN 3 Tualang Setelah Terima SK PPPK dari Gubri Syamsuar
HUT Ke-66 Provinsi Riau, Gubri Siap Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan