Zahria Sir, Perempuan Penuh Inspirasi di Usia yang tak Muda Lagi

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:29 WIB
Hasil budidaya jamur tiram Zahria Sir.
Hasil budidaya jamur tiram Zahria Sir.

 

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Meski sudah berusia 59 tahun, bukan menjadi penghalang bagi Zahria Sir, perempuan asal Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Zahria Sir sampai hari ini masih terus aktif dalam menciptakan perubahan, yang kemudian menjadi inspirasi para pegiat agrikultur.

Adalah budidaya jamur tiram, yang telah menjadi tonggak prestasi inspiratif yang diraih oleh seorang wanita luar biasa bernama Zahria Sir ini.

Apa yang dibuat oleh Zahria Sir menjadi bahan renungan bagi anak-anak muda, dimana semangat dan dedikasi tidak akan padam oleh tantangan usia.

Perjuangan Zahria Sir dimulai pada tahun 2015, dimana dia memulai perjalanan menariknya dalam budidaya jamur tiram. Dia tertarik dengan budidaya ini karena usia yang semakin tua membuatnya kesulitan untuk beraktivitas di lapangan seperti sebelumnya.

Pada titik ini, keputusannya untuk merintis usaha budidaya jamur tiram menjadi langkah berani yang akan mengubah jalan hidupnya.

Keberanian ini berawal dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian (PPL) di Sumatera Barat pada tahun tersebut.

Tidak hanya sampai disana saja, langkah-langkah berani Zahria terus berlanjut. Yakni, di tahun 2016, ia mengikuti pelatihan dari Siak menuju Pekanbaru, sebuah pengalaman berharga yang melibatkan perwakilan dua orang.

Kemudian, pada bulan November di tahun yang sama, Zahria meneruskan perjalanannya ke Malang untuk mengikuti pelatihan yang didukung oleh Dinas pertanian.

Pelatihan-pelatihan ini tidak hanya memberinya pengetahuan praktis tentang budidaya jamur tiram, tetapi juga memupuk semangat dalam dirinya.

Prestasi dan dedikasi Zahria tidak hanya berhenti pada pengalaman dan pengetahuan yang didapatkannya. Dia mendapatkan penghargaan sebagai wanita paling kreatif, sebuah apresiasi atas keberanian dan tekadnya dalam merintis usaha budidaya jamur tiram. Dalam dunia yang umumnya didominasi oleh pria, langkahnya menjadi inspirasi bagi wanita lain untuk mengambil langkah serupa.

Tidak hanya dari masyarakat, Zahria juga mendapatkan penghargaan dari Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si. Penghargaan ini adalah bukti konkret dari kontribusinya yang luar biasa dalam membawa perubahan positif dalam komunitas dan sekitarnya.

Namun, proses budidaya jamur tiram yang ditempuh Zahria tidaklah mudah. Media pertumbuhan jamur yang disebut baglog menjadi komponen kunci dalam proses ini.

Baglog dibuat dari serbuk kayu, dedak, tepung terigu, gula putih, dan dolomit. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi selama satu malam sebelum dimasukkan ke dalam cetakan, diperas, dan diukur agar memiliki ukuran yang seragam.

Setelah itu, baglog dikukus selama 6 jam atau 8 jam jika suhu lebih dingin, kemudian didinginkan sebelum bibit jamur ditanam.

Setelah beberapa bulan, saat mycelium telah mengisi baglog, wadahnya dibuka untuk menciptakan rongga pertumbuhan jamur. Setelah 2 minggu menunggu, jamur siap untuk dipanen.

Namun, proses ini masih memerlukan perawatan lanjutan. Baglog perlu disiram setiap hari atau hanya sekali jika kondisi lembab, dan panen dapat dilakukan setiap pagi.

Dibalik semua prestasi ini, usaha budidaya jamur tiram yang dijalankan oleh Zahria memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Dengan modal sekitar 11 juta rupiah, usaha ini mampu menghasilkan pendapatan yang mencukupi untuk kebutuhan selama setahun.

Meskipun prosesnya tidak mudah, keuntungan yang dihasilkan menunjukkan potensi yang besar dalam industri budidaya jamur.

Namun, ada juga tantangan yang dihadapi Zahria. Permintaan yang melebihi kapasitas produksi menyebabkan hasil jamur belum bisa tersedia secara maksimal di pasaran.

Untuk memenuhi permintaan minimal 500 baglog, sementara Zahria hanya memiliki 300 baglog, menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan potensi hasil.

Budidaya jamur tiram ini tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif pada masyarakat dan lingkungan.

Pemerintah pun memberikan dukungan pada usaha budidaya jamur tiram karena jamur ini memiliki 12 khasiat yang baik bagi kesehatan.

Dalam kesimpulan, perjalanan inspiratif Zahria Sir dalam budidaya jamur tiram menjadi bukti nyata bagaimana semangat, dedikasi, dan ketekunan dapat mengatasi berbagai rintangan.

Kisahnya memberi inspirasi bagi semua orang untuk meraih impian mereka, terlepas dari usia dan hambatan yang mungkin ada. Dengan usaha dan inovasi, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam hidup kita dan komunitas di sekitar kita.***

Artikel ini merupakan salah satu tugas dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Desa Kuranji, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X