berita

Kenali Gejala Stroke, Dinkes Sleman Edukasi Warga Lewat Germas dan CKG

Kamis, 27 Februari 2025 | 14:00 WIB
Dinkes Sleman Edukasi Masyarakat untuk Cegah dan Kenali Tanda Stroke (Infopublik)

RIAUMAKMUR.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puri Mataram Resto, Rabu (26/2/2025).

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah mengenal stroke lebih dekat, yang disampaikan oleh dokter spesialis Neurologi RSUD Sleman, dr. Nur Hidayati.

Peserta sosialisasi berasal dari berbagai organisasi seperti PKK, kader kesehatan, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), wanita Muslimat, Aisyiyah, PCM, PCNU, tokoh masyarakat, serta karang taruna.

Baca Juga: Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula

Dalam pemaparannya, dr. Nur mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda klinis stroke yang perlu diwaspadai.

“Setiap tahunnya terdapat 12,2 juta kasus baru stroke di dunia. Itu berarti terjadi satu kasus stroke setiap tiga detik. Bahkan, 1 dari 4 orang mengalami stroke, dengan 63 persen kasus terjadi pada usia 70 tahun ke atas,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa stroke merupakan penyebab utama disabilitas serta menjadi penyebab kematian kedua di dunia.

Dalam 17 tahun terakhir, kasus stroke meningkat hingga 50 persen.

Menurutnya, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke sumbatan dan stroke perdarahan.

Baca Juga: Penderita Diabetes Takut Konsumsi Buah-buahan Karena Bisa Bikin Gula Darah Naik, Ini Tiga Buah Manis yang Aman Dikonsumsi

Adapun faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi meliputi usia di atas 55 tahun, jenis kelamin laki-laki, ras tertentu, faktor genetik atau riwayat keluarga, serta riwayat stroke sebelumnya.

“Namun, faktor risiko ini bisa diperburuk oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, serta paparan polusi udara,” jelas dr. Nur.

Ia menambahkan, tanda dan gejala stroke yang perlu diwaspadai antara lain senyum tidak simetris, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, gangguan bicara secara tiba-tiba, kesemutan, pandangan kabur, serta sakit kepala hebat. Jika mengalami gejala tersebut, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat karena ada periode emas penanganan stroke, yaitu kurang dari dua jam sejak serangan terjadi.

Untuk mencegah stroke, dr. Nur mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan rutin memeriksakan kesehatan, menghindari rokok, berolahraga, menjalani pola makan seimbang, cukup istirahat, serta mengelola stres dengan baik.

Halaman:

Tags

Terkini