berita

Paskibraka Kabupaten Bengkalis Jadi Korban PHP Pemkab, Akun Tiktok Ini Ajak Warganet Memviralkan, "Biar Kita Tahu Uangnya Dikemanakan"

Selasa, 2 Januari 2024 | 10:33 WIB
Pemilik akun tiktok @_agustusan_99

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Persoalan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bengkalis, menyita perhatian netizen seluruh Indonesia.

Pasalnya, banyak yang merasa kasihan dengan para peserta Paskibraka ini, karena telah di-PHP oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Adalah seorang Tiktokers, @_agustusan_99, yang menyampaikan kesimpulan dari keresahan anggota Paskibraka Kabupaten Bengkalis 2023.

Baca Juga: Sedih, Paskibraka Bengkalis Jadi Satu-satunya yang tak Dapat Hak Karsa di Riau, Kalian menutup mata dan telinga seolah tak terjadi apa-apa

Dalam postingannya, akun tersebut mengaku tak menyangka bahwa adik-adik Paskibraka di Kabupaten Bengkalis bisa dipermainkan seperti ini.

"Bapak ibu menjanjikan Karya Wisata (Karsa), tega sekali memberi harapan palsu," ujar akun tersebut.

Dan parahnya, Pemda menjanjikan mereka untuk berangka Karsa pada 15 Desember, dan mereka sudah prepare, serta sudah izin ke sekolah karena ada surat resmi dari Pemkab.

Baca Juga: KPU Diduga Hambat Proses PAW Anggota DPRD Bengkalis dari Golkar dan PKS, Syahrial: KPU Jangan Sesat Pikir

"Tapi ternyata H-1, tepanya 14 Desember kalian batalkan begitu saja, bayangkan betapa capeknya mereka di PHP oleh pemerintah sendiri. Ini mungkin hal kecil bagi kalian, soal batal membatalkan. Tapi tidak bagi mereka yang sudah prepare," tuturnya.

Akun tiktok ini sudah mempertanyakan apakah Pemda tidak melihat pengorbanan adik-adik Paskibra yang pontang panting latihan di tebgah lapangan, dibawah terik matahari.

Adik-adik Paskibraka juga mengorbankan tidur siang demi latihan ini, sehingga keringat yang perih masuk ke mata, tak mereka pedulikan demi sang merah putih.

Baca Juga: Berpengaruh Kepada Pemenangan AMIN, Markarius Anwar Minta PKB dan Nasdem Selesaikan Dinamika Politik di Bengkalis

"Dijemur berjam-jam bukan karena uang, tapi karena mereka sadar jasa kepahlawananan. Tapi Bapak jbu datang dengan janji bergelimang, mirisnya hanya ada ungkapan dari piciknya pemerintah, bahwa tak ada anggaran," tambahnya

"Pertanyaannya, kenapa awalnya dijanjikan, ataukah ada permainan? Ayo viralkan, sebenarnya uang itu dikemanakan," tutupnya.

Sontak saja postingan ini menimbulkan banyak reaksi netizen.

Baca Juga: Sambil Terisak, Khairul Umam: Keluarga Saya Dizalimi Oleh 36 Anggota Dewan, Saya Sudah Lapor ke Polda Riau

"kabupaten terkaya tu Bengkalis," ujar akun Lintas ****.

"terimakasih sudah bersuara bang" kata akun alip.

"Aku buln Agustus kmrin ngelihat ank paskib Bengkalis latihan di lapangan nya kerennn banget semangattt ya" kata akun @silv***.

"Salam.. tolong lah @bukkas_ kesian adik-adik Paskibra Kab.Bengkalis," kata akun @encik*****

Baca Juga: PKS Hadapi Situasi Sulit di Bengkalis, Khairul Umam Disiapkan Jadi Calon Bupati? Ini Kata Markarius Anwar

"Terima kasih atas suara nyaa bng di Bengkalis emang harus di beri suara lebih, tapi syng setiap ada pergerakan dari ank pulau, slalu di patah kan bang," kata akun @kiwkiw.

"gk heran sih bg kalau bengkalis, gaji bulanan guru aj bisa ditahan ny apalagi cmn karya wisata," kata akun @qwerty***.

Pemkab Bengkalis sendiri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis, sudah membantah hal ini.

Bantahan ini sudah disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Bengkalis, Agus Sofyan, melalui rilis infotorial yang disiarkan oleh beberapa media.

Intinya, Kesbangpol membantah tudingan telah mempermainkan hak-hak mantan Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) 2023.

Terkait keberangkatan karya wisata, terang Agus, memang setiap tahun Pemkab Bengkalis sudah menentukan alokasi anggaran karya wisata bagi adik-adik anggota Paskibraka beserta pelatih dan pengasuhnya.

Seperti pada 2023 ini, karya wisata dengan tujuan Pulau Batam telah dialokasikan melalui anggaran APBD Perubahan (P) 2023. Hanya saja, kenapa hingga akhir 2023 tidak kunjung berangkat? Terjadinya kegagalan keberangkatan karya wisata ini, disebabkan hasil APBD-P lambat ditandatangani Gubernur Riau masa kepemimpinan Drs H Syamsuar.

Padahal, kata Agus, Pemkab Bengkalis telah merencanakan keberangkatan karya wisata anggota Paskibraka 2023 ke Pulau Batam, sejak awal telah diagendakan pada akhir Oktober 2023. Namun kenyataannya, anggaran karya wisata ke Batam yang dialokasikan pada APBD-P 2023, tak kunjung  diteken Gubernur Riau Syamsuar, sehingga berdampak pada seluruh agenda dan rencana yang telah dibuat.

“Ya, jujur kami sampaikan kalau September itu hasil evaluasi APBD-P 2023 sudah ditandatangani, maka awal bulan atau pertengahan Oktober, adik-adik Paskibraka sudah berangkat karya wisata ke Batam. Tapi kenyataannya, sampai awal November juga belum jelas, makanya kami belum bisa berangkatkan,” ujar Agus.

Baru akhirnya, pada pertengahan November 2023, RAPBD-P 2023 ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Setelah mendapat sinyal tersebut, Badan Kesbangpol selaku penanggung jawab pelaksanaan Paskibraka Bengkalis langsung menyiapkan administrasi pencairan anggaran untuk karya wisata, rencana keberangkatan pada awal Desember.

Ditambahkan Agus, usulan pencairan anggaran kegiatan karya wisata Paskibraka pada awal Desember 2023 juga belum cair, karena masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat.

Selain itu, pada awal Desember juga bertepatan dengan pelaksanaan ujian akhir semester ganjil siswa, sehingga gagal direncanakan berangkat pada pengujung Desember 2023.

“Intinya Pemkab Bengkalis tidak pernah mengingkari janji terkait karya wisata bagi anggota Paskibraka angkatan 2023. Hanya saja pada akhir Desember 2023 ini, anggaran yang dinanti-nanti untuk pemberangkatan karya wisata ke Pulau Batam juga tidak segera cair, sehingga kami tidak bisa melakukan apa-apa," ungkap Agus.***

Tags

Terkini