RIAUMAKMUR.COM - Sepanjang triwulan IV Tahun 2023, ekonomi Riau mengalami pertumbuhan sebesar 4,02 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,91 persen.
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Konstruksi sebesar 14,91 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,26 persen; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 9,64 persen.
- Baca Juga: Ekonomi Riau Tahun 2023 Tumbuh 4,21 Persen
"Sedangkan lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 1,96 persen," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, Senin (5/3/2024).
Untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambangan dan Penggalian masing-masing tumbuh sebesar 3,74 persen dan 1,14 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,38 persen.
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran kecuali Komponen Ekspor Luar Negeri dan Komponen Impor Luar Negeri (merupakan faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran) yang masing-masing terkontraksi sebesar 1,61 persen dan 11,91 persen.
"Komponen pengeluaran yang tumbuh signifikan adalah Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,90 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 7,94 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,89 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,30 persen," jelasnya.
Sedangkan, secara q to q, ekonomi Riau triwulan IV-2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,10 persen (q-to-q).
Dari sisi produksi q to q, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 22,40 persen.
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen Ekspor Luar Negeri dan Komponen Impor Luar Negeri yang masing-masing terkontraksi sebesar 8,68 persen dan 28,50 persen.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 15,38 persen; diikuti oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,49 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 7,07 persen; dan Pengeluaran Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,13 persen," jelasnya.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 24,47 persen.
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen Ekspor Luar Negeri dan Komponen Impor Luar Negeri yang masing-masing terkontraksi sebesar 8,68 persen dan 28,50 persen.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 15,38 persen; diikuti oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,49 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 7,07 persen; dan Pengeluaran Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,13 persen," jelasnya. ***