Baca Juga: BI Riau: Ekonomi Riau 2024 Diprediksi Naik, Inflasi Terkendali
"Pada tahun 2023 realisasi APBD Konsolidasi di Provinsi Riau mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan," kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau, Heni Kartikawati.
Adapun realisasi pendapatan daerah tahun 2023 tercatat mencapai Rp35,78 triliun atau 104,83% dari target.
"Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan mencapai 21,83% (yoy)," sebutnya.
Baca Juga: BI Riau Siapkan Uang Kartal Rp3,5 Triliun untuk Kebutuhan Nataru
Peningkatan realisasi pendapatan daerah ini didukung oleh naiknya realisasi pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang bersumber dari participating interest 10% dari pengelolaan blok migas oleh PT Pertamina Hulu Rokan.
Sejalan dengan pendapatan daerah, realisasi belanja daerah juga tercatat tumbuh 15,95% (yoy), meningkat dari Rp31,45 triliun menjadi Rp36,47 triliun atau mencapai 96,68% dari pagu.
Pertumbuhan disebabkan oleh kenaikan belanja modal sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung pembangunan dan perbaikan infastruktur di Provinsi Riau.
Baca Juga: Reshuffle Pimpinan Bank Indonesia: Muhamad Nur Pindah, Panji Achmad Jadi Kepala BI Riau
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Panji Achmad menyampaikan asemen Bank Indonesia terkait perkembangan terkini perekonomian global dan nasional, serta evaluasi kinerja perekonomian Riau dan prospek di tahun 2024.
Perekonomian Riau pada tahun 2024 diprakirakan tetap tumbuh positif dan berdaya tahan terhadap rambatan risiko ekonomi global.
"Dengan memerhatikan perkembangan ekonomi terkini, baik dari faktor domestik maupun eksternal, serta langkah kebijakan Bank Indonesia yang bersifat pre-emptive dan forward-looking, kami memandang bahwa ekonomi Riau ke depan akan semakin baik. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Riau di tahun 2024 dapat tetap tumbuh tinggi dalam kisaran 4,0% - 4,8% (yoy). Selain ditopang oleh kinerja sektor ekonomi utama, sektor tersier (jasa-jasa) diperkirakan juga akan membaik seiring pemulihan permintaan terutama permintaan domestik," jelasnya.
Baca Juga: Uang Logam Rp500 dan Rp1.000 Tahun Emisi Ini Tidak Berlaku Lagi, Ini Penjelasan BI
Lebih lanjut, dari sisi perkembangan harga, inflasi gabungan 4 kota IHK di Provinsi Riau terkendali dan berada pada kisaran sasaran 2,5±1%.
"Berbagai upaya stabilisasi harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Lebaran akan terus diupayakan sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi lonjakan harga komoditas pangan," tukasnya. ***