berita

Kementan Pompanisasi Sawah Tadah Hujan di Banten

Senin, 1 April 2024 | 23:25 WIB
Kementan Pompanisasi Sawah Tadah Hujan di Banten : Foto: Humas Kementan

RIAUMAKMUR.COM- Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan. Program itu dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang selama ini berpotensi besar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya melakukan percepatan tanam di sejumlah wilayah melalui pompanisasi. Amran optimistis program pompanisasi bisa memacu aktivitas tanam di musim kedua tahun ini agar berjalan lebih cepat dan maksimal.

Program pompanisasi itu dikonsentrasikan untuk lahan sawah yang IP satu namun memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun. Artinya, lahan-lahan sawah tersebut hanya mampu tanam satu kali dalam setahun. Program itu diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman yang tadinya hanya satu menjadi dua atau lebih dalam setahun.

Baca Juga: Kementan Sigap Tangani Kasus Antraks di DIY agar tak Meluas

"Lahan yang IP satu, jika ditingkatkan menjadi dua atau tiga berarti akan bisa menjadi dua kali lipat bahkan tiga. Hal itu bisa menjadi potensi besar, dan kami siapkan pompa, itulah solusi cepat untuk menangani pangan," kata Amran dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (31/3/2024).

Tidak hanya Pulau Jawa, Mentan Amran mengatakan program itu akan diperluas hingga wilayah lain di luar Pulau Jawa, agar upaya peningkatan produksi padi berjalan secara masif. Pasalnya, pompanisasi dapat membantu aktivitas tanam petani di lapangan. Petani akan lebih mudah dan cepat melakukan olah tanah dan tanam.

“Kami rancang, Pulau Jawa minimal 500.000 hektare (ha), itu minimal. Jadi kami fokus Jawa, karena Jawa rentang kendalinya dekat. 70 persen produksi juga di Jawa, sehingga langsung kami sentuh Jawa dulu, kemudian luar Jawa juga kami target 500.000 hektare,” ungkap Mentan Amran.

Baca Juga: Stabilkan Harga Jagung, Kementan akan Mengunci Impor Jagung

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil meninjau lahan tadah hujan di di Desa Mekar Sari, Anyer, Serang. Ali Jamil ditemani ketua Kelompok Tani Karya Tani, Tubagus Barhul Ilmi untuk melihat lahan tadah hujan seluas 100 hektare.

"Tinjauan ini untuk melihat secara langsung kebutuhan prasarana pompa yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan di sini," ujar Ali Jamil

Ali Jamil menjelaskan, dari total lahan 100 ha, saat ini hanya 50 ha yang dapat dikelola. Sisanya 50 ha tidak dapat ditanami lagi karena bendungan Kidemang jebol saat banjir 2016 silam yang menyebabkan tidak berfungsi lagi.

Baca Juga: Tiba di Indonesia Setelah Hilang Kontak, SYL Langsung Temui Petinggi DPP Nasdem Bicarakan Koupsi di Kementan

"Lahan sawah yang sudah 7 tahun lebih tidak digarap ini harus diintervensi dengan jaminan air melalui program pompanisasi yang digagas oleh Bapak Presiden," kata Ali Jamil.

Dia menjelaskan, program pompanisasi ini dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman, termasuk untuk sawah tadah hujan. Dari catatan secara nasional, 7,5 juta hektar sawah di Indonesia, ada 36 persen merupakan sawah tadah hujan.

"Artinya ada 2,7 juta sawah tadah hujan. Nah, dari total secara nasional itu kita intervensi berapa yang memiliki sumber air dan dapat diairi menggunakan pompanisasi. Jadi kita bergerak di lahan tadah hujan," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini