berita

Pelayanan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk Berjalan Lancar

Jumat, 5 April 2024 | 13:20 WIB
Pemudik bersepeda motor memasuki kapal pada H-6 Idul Fitri 1445 H di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (4/4/2024). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan 56 armada kapal pada saat arus mudik Idul Fitri 1445 H untuk mengantisipasi kepadatan pemudik. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom

RIAUMAKMUR.COM- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan persiapan untuk menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2024 di pelabuhan Gilimanuk, Bali sudah cukup baik dan lancar.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Kamis (4/4/2024) bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Namun, kata Menhub Budi tidak boleh lengah karena Pelabuhan Gilimanuk merupakan lokasi rawan saat arus mudik, setelah Tol Cipali dan Pelabuhan Merak.

Baca Juga: Kemenhub Dorong Terciptanya Lingkungan Ramah Disabilitas Sektor Penerbangan di Indonesia

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan PT ASDP berkaitan dengan cara bertindak baru, yakni penambahan kapal, penambahan dermaga, pengerukan, dan pengaplikasian pembelian tiket Ferizy,” kata Menhub Budi.

Terkait tiket Ferizy, pihak ASDP menyampaikan bahwa sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Karena itu, sebisa mungkin masyarakat sudah memiliki tiket pada H-1.

Kemudian, hal lain yang juga menjadi perhatian Menhub Budi adalah terkait cuaca ekstrem di Selat Bali. Ia meminta apabila ada suatu berita yang kurang baik, agar segera menginformasikan kepada masyarakat sehingga mereka bisa menunda perjalanan.

Baca Juga: PELNI Siapkan 19 Kapal Layani Mudik Gratis 2024 Kemenhub

Terkait Volume to capacity ratio atau V/C ratio di Pelabuhan Gilimanuk, Menhub Budi meminta agar skalanya dapat terjaga di bawah 0,7 persen. Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan fungsi pelabuhan yang tersedia.

V/C ratio merupakan perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas. Apabila nilai V/C ratio telah mencapai nilai 0,8 persen atau lebih besar, maka dapat dikategorikan arus kendaraan telah mendekati kapasitas, sehingga perlu dilakukan tindakan manajemen dan rekayasa lalu lintas.

“Selain Ketapang yang sudah difungsikan, agar Bulusan difungsikan secara maksimal dan Jangkar untuk mengurangi load dari kapal-kapal yang besar,” kata Menhub Budi.

Baca Juga: Kemenhub Terus Dorong Digitalisasi di Sektor Transportasi

Ia juga mengapresiasi langkah Panglima TNI, Kapolri, dan Forkompinda di wilayah Bali dan Jawa Timur, atas kesiapannya menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2024.

“Tolong diinformasikan apabila ada kebutuhan-kebutuhan untuk melakukan kegiatan,” kata Menhub Budi. ***

Tags

Terkini