RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau, Ahmad Deni Jailani, mengkritik Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, yang gagal menuntaskan tiga persoalan besar di Kota Pekanbaru.
Dikatakan Ahmad Deni Jailani, tiga persoalan besar di Kota Pekanbaru itu adalah banjir, jalan rusak dan parkir yang sangat meresahkan masyarakat.
Ahmad Deni Jailani menjelaskan, kritikan kepada Pj Wali Kota Pekanbaru disampaikan BEM UIR melalui spanduk yang dipasang di sejumlah titik.
Diantaranya di JPO Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan RS Awal Bros dan di pagar Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau.
"Masyarakat Menderita, Pj Wali Kota Kemana" bunyi tulisan dalam spanduk yang terpasang di depan Kantor Kejati Riau.
Ahmad Deni menjelaskan, keresahan dibawah kepemimpinan Pj Wali Kota sangat dirasakan oleh masyarakat Pekanbaru dan juga mahasiswa perantauan, yang sedang berkuliah di Pekanbaru.
Baca Juga: 8 Mahasiswa UNRI Lolos Program Indonesian International Student Mobility Awards Tahun 2024
Padahal, Pekanbaru merupakan teras dan pusat dari Provinsi Riau.
"Harus ada penanganan yang konkrit dari PJ Wali Kota Pekanbaru dalam penanganan permasalahan di Kota Pekanbaru ini yang tak kunjung teratasi. Selain itu juga harus ada solusi yang konkrit untuk mengatasi permasalahan jalan yang rusak di kota Pekanbaru," ujarnya, Jumat (19/4/2024).
Persoalan banjir, jelas Ahmad Deni, sudah sangat membahayakan masyarakat Pekanbaru, karena hujan deras sebentar saja, banjir sudah terjadi di mana-mana.
Baca Juga: Ida Yulita Susanti Tegaskan Fraksi Golkar Belum Putuskan Usulan Nama Pj Wali Kota Pekanbaru
"Belum lagi parkir yang sangat merugikan masyarakat, yang selalu disampaikan keluhannya oleh masyarakat kepada Pemerintah Kota Pekanbaru. Tetapi tidak ada tindak lanjut, malah semakin di perbesar tarifnya. Tentunya itu sangat merugikan masyarakat," papar Ahmad Deni.
Muflihun, lanjut Ahmad Deni, jangan sembunyi dibalik jabatan Pj yang katanya tidak bisa melakukan apa-apa, tapi nyatanya banyak keputusan yang sudah dibuat oleh Pj Wali Kota yang merugikan masyarakat.
"Ini gerakan pemantik dari BEM UIR untuk Pj Walikota Pekanbaru untuk segera selesaikan 3 poin permasalahan tadi. Kembali kami ingatkan bahwa Kota Pekanbaru sedang tidak baik-baik saja. Dua tahun sudah Pj Wali kota memimpin Kota Pekanbaru, tapi nihil atau tidak ada perubahan yang terjadi," ungkapnya.