RIAUMAKMUR.COM - Penyelenggaraan World Water Forum ke -10 sudah tepat diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia. Pasalnya, dampak perubahan iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia berpotensi mengancam keberlanjutan pengelolaan air pada masa depan.
Vice President of China Water & Power Publication and Media Group Li Zhongfeng mengatakan, dalam ajang World Water Forum ke -10 akan menciptakan banyak rekomendasi maupun solusi yang berkaitan dengan pengelolaan keberlanjutan air.
Ide dari para pakar yang ahli dalam mengelola sumber air yang berkelanjutan, dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan yang keberlanjutan.
Baca Juga: Fieldtrip Ubud, Tabanan, dan Karangasem Jadi Penutup Rangkaian World Water Forum ke-10
Dunia membutuhkan ide inovatif berkaitan dengan pengelolaan air yang berkelanjutan yang dihasilkan dari pertemuan World Water Forum ke -10. Sehingga, solusi berkaitan dengan pengelolaan keberlanjutan air dapat sesuai dengan kondisi lapangan terkini.
"Sangat penting dalam menyikapi perubahan iklim yang terjadi saat ini," kata Li Zhongfeng di Paviliun China World Water Forum ke -10 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Jumat (24/5/2024).
Kemudian, dunia juga membutuhkan partisipasi dari pemangku kepentingan yang berasal dari instansi pemerintah di berbagai negara. Supaya, ada kebijakan bersama dalam mengelola air yang berkelanjutan antarnegara dalam bentuk kerja sama.
Baca Juga: Perempuan Asal Lampung Terima Kyoto World Water Grand Prize 2024
Kerja sama antarnegara akan memberikan dampak yang sangat besar, karena setiap negara dapat mengelokasikan anggaran khusus bagi pengelolaan air. Pada akhirnya, pengelolaan air yang berkelanjutan dapat diwujudkan secara maksimal.
Dalam mendukung hal itu, Negara China yang menunjukkan dukungan pada pengelolaan keberlanjutan air dengan menghadiri konferensi di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus membahas berkaitan soal air.
"Menteri kami menjelaskan pentingnya pengelolaan air di masa depan dalam ajang PBB," ujar Li Zhongfeng. ***