RIAUMAKMUR.COM - Ustadz Syamsurizal membagikan lima kiat manajemen hati dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, hal tersebut disampaikan dalam tausiyahnya pada acara wirid pengajian yang ditaja oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau, di Gedung Wanita Provinsi Riau. Jum’at, (21/6/2024).
“Tidak ada urusan yang terlepas dari hati. Hati ini adalah kunci, maka perlu yang namanya manajemen qalbu. Jadi ada lima alasan kenapa kita perlu memelihara dan mengatur masalah hati ini,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa, alasan pertama ialah karena Allah tidak melihat seseorang dari rupa dan hartanya, tetapi Allah melihat dari hati dan amalan hambanya.
Baca Juga: Disdik Riau Buka Layanan Pengaduan PPDB SMA/SMK, Cek Info Lengkapnya di sini
“Jangan sibuk memikirkan hati orang, Allah sedang melihat hati kita. Perbaiki hati kita terlebih dahulu, utamakan pandangan Allah. Karena kalau kita bersandar kepada pandangan manusia, siap-siaplah dikecewakan,” katanya.
Kedua, hati merupakan cerminan dari baik dan buruknya sifat, pemikiran, dan perbuatan seorang manusia.
“Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya aka rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu,"ujarnya.
Baca Juga: SMKN 2 Dumai Dapat Bantuan Pustaka Digital untuk Tingkatkan Literasi Minat Baca Pelajar
Selain itu, hati juga merupakan sarana dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini dikarenakan setiap ibadah yang akan kita jalankan memerlukan niat yang baik. Sementara niat yang baik berasal dari hati yang bersih.
Ia mencontohkan, dua orang bisa melaksanakan ibadah sholat yang sama, namun pahalanya tentu bisa berbeda jika salah satunya tidak khusyuk saat melaksanakan ibadah tersebut.
“Bila hatinya khusyuk, maka khusyuklah badannya. Bila hatinya lalai, maka lalailah jasmaninya,” ucap Ustadz Syamsurizal.
Baca Juga: Resmi Dibuka, Sudah 31.497 Calon Siswa Akses Situs Web PPDB SMA/SMK Negeri Riau
Kemudian, hati juga merupakan kunci dari kebahagiaan seseorang. Ustad Syamsurizal berpesan, jika seseorang ingin bahagia dalam hidup, maka sering-seringlah melihat kebawah. Artinya, kebahagiaan dapat dicapai jika kita bersyukur atas rezeki yang telah Allah berikan.
“Hidup ini harus banyak-banyak bersyukur. Lihat keadaan orang yang ada dibawah kita. Yang bermobil harus bersyukur karena tidak kehujanan, yang bermotor bersyukur karena tidak perlu jalan kaki, yang jalan kaki juga harus bersyukur karena ada diluar sana orang yang lumpuh,” jelasnya.
Terakhir, ialah karena pada saat di akhirat nanti, hatilah yang akan berhadapan langsung dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.