RIAUMAKMUR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sampai saat ini masih belum menentukan satu nama yang akan diusung menjadi calon wali kota pada Pilkada Kota Bandung 2024. Keputusan tersebut baru akan keluar pada 4 Agustus mendatang.
Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu mengatakan, masih menunggu surat keputusan dari DPP PKS untuk calon Wali Kota Bandung dari partai tersebut. Ada delapan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang sudah disetujui oleh DPP PKS.
Saat ini, masih ada 19 kabupaten/kota dalam proses komunikasi, termasuk provinsi dan Kota Bandung," Bandung masih belum keluar," ujar Haru di Hotel Grandia Jalan Cihampelas, Sabtu (20/7/2024).
Baca Juga: Menjual dan Mengedarkan Rokok Ilegal Adalah Tindakan Pidana
Haru pun, ditargetkan surat keputusan untuk calon kepala daerah di Jawa Barat paling terakhir per 4 Agustus, "Yang menentukan DPP dan dari kita mah sudah semua," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama mengatakan, pihaknya masih konsisten mengajukan dua nama bakal calon wali kota yakni Siti Muntamah dan Asep Mulyadi. Keduanya merupakan kader terbaik DPD PKS Kota Bandung.
"'Kader terbaik kita yang insya Allah kita ajukan, mudahan-mudahan disetujui DPP," ucapnya.
Baca Juga: Pj Wali Kota Cirebon: Terima Kasih Letkol Inf Robil
Keputusan siapa yang nantinya ditetapkan menjadi calon wali kota yang diusung PKS merupakan kewenangan DPP PKS. Pihaknya akan menerima apa pun keputusannya.
"Kita masih siap menerima apa pun perintah dari DPP. SK-nya keluar siapa pun siap," ucapnya.
Ahmad mengutarakan, sudah berkomunikasi dengan semua partai, namun sampai saat ini belum memastikan berkoalisi dengan partai mana," memang intens sedang melakukan finalisasi koalisasi dengan mereka," ucapnya.
Baca Juga: RPJPD Ciamis 2025- 2045 Diperdakan
Diketahui DPD PKS Kota Bandung telah merekomendasikan Asep Mulyadi dan Siti Muntamah atau Umi Oded sebagai bakal calon wali kota Bandung kepad DPP PKS. Keduanya pun sudah ditugaskan untuk melakukan sosialisasi di Kota Bandung.
Umi Oded menyampaikan, ia dan Asep Mulyadi sama-sama sudah melakukan sosialisasi baik melalui media luar ruangan seperti dengan spanduk dan lainnya, juga melakukan sosialisasi melalui media sosial.
"Kemudian sudah menemui tokoh-tokoh, itu tokoh ormas, komunitas, tokoh-tokoh masyarakat. Demikian juga sudah komunikasi dengan jaringan yang ada di bawah," paparnya.