RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus berupaya mengatasi permasalahan banjir di beberapa wilayah dalam Kota Jambi, salah satunya dengan rencana pembangunan kolam retensi di kawasan Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Jelutung.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih setelah melakukan peninjauan terhadap perkembangan proyek pompa air Sungai Asam dan pengecekan lokasi rencana pembangunan kolam retensi bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VI Jambi, David Partonggo dan Kadis PUPR Kota Jambi Momon Sukmana, pada Kamis (12/9/2024).
Sri Purwaningsih menjelaskan, saat ini Pemkot Jambi telah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan kolam retensi ini dan telah mengajukan surat permohonan pembangunan kolam retensi kepada Menteri PUPR.
Baca Juga: Longsor di Desa Tanjung Alai, Jalan Lintas Riau - Sumbar Diberlakukan Sistem Buka Tutup
"Kolam retensi direncanakan memiliki luas 8.000 meter persegi dengan kapasitas tampung 3.000 dan 4.500 meter kubik. Kolam ini akan berfungsi untuk menampung air hujan sebelum mengalir ke Sungai Batanghari, sehingga mengurangi risiko banjir dengan meningkatkan kapasitas saluran yang ada," ujar Sri.
Lebih lanjut, Sri juga mengatakan bahwa fungsi kolam retensi tidak hanya sebatas pada penanggulangan banjir. "Kolam retensi ini juga akan dimanfaatkan untuk penghijauan dan sebagai taman kota, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan di area tersebut," katanya.
Selain itu, dari hasil peninjauannya, ditargetkan pada Januari/Februari 2025 proyek pompa air Sungai Asam dapat dioperasikan.
Baca Juga: Pemberdayaan Ekonomi Lokal, PT KPI Kilang Dumai Adakan Pelatihan Tata Boga untuk IRT dan Anak Muda
"Saat ini persentase penyelesaian bisa dikatakan sudah 80 persen, mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa dioperasikan. Dengan adanya pompa air di Sungai Asam ini akan bisa menjadi alat penghambat sebagai bumper untuk air masuk ke kota Jambi, kita juga berharap dengan adanya pompa itu tentu pengendalian banjir di dalam kota Jambi bisa dilakukan dengan lebih baik," kata Sri.
Lanjut dia, dengan adanya pembangunan-pembangunan ini nantinya, diharapkan Kota Jambi dapat lebih efektif dalam mengatasi permasalahan banjir dan menciptakan ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra VI Jambi, David Partonggo, mengungkapkan bahwa proyek itu akan dikoordinasikan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA).
Baca Juga: Kontrak Emas Dominasi Pasar ICDX, Transaksi Multilateral Terus Menanjak
"Meskipun target penyelesaian proyek ini dijadwalkan rampung pada 2026, diharapkan dampak positifnya dapat dirasakan pada Januari 2025. Pembangunan kolam retensi ini dapat mengurangi intensitas banjir yang sering terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi pada periode itu.
Sedangkan untuk tahapan proyek, jelas David, saat ini kolam retensi masih berada pada tahap pengumuman dan desain awal.
"Proyek ini kita berharap akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penanganan banjir di Jambi, khususnya daerah kota Jambi," tambahnya.