berita

Kasus Kanker Usus Besar Meningkat di Indonesia

Minggu, 17 November 2024 | 16:00 WIB
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof.dr.Ari Fahrial Syam (kiri) (RRI)

RIAUMAKMUR.COM - Kasus kanker usus besar yang terjadi di Indonesia dilaporkan terus mengalami peningkatan, bahkan pada generasi muda.

Data Global Cancer Observatory (Globocan) mengungkapkan kanker usus besar menjadi penyakit dengan angka kematian tertinggi kelima di Indonesia.

"Tren kasus kanker usus besar meningkat di kalangan usia muda, disebabkan oleh perilaku, gaya hidup dan malas berolahraga," kata Ari Fahrial Syam, Dekan fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Hal itu disampaikan kepada awak media dalam acara Women's Health di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (16/11/2024).

Baca Juga: Kemkomdigi dan Kejagung Sinergi Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas di Wilayah 3T

Menurutnya, ada beberapa makanan yang banyak digemari orang dan menjadi pemicu kanker usus besar. Contohnya stik, daging, dan kurang sayuran.

"Sekarang bukan hanya terjadi pada orang yang berusia 60 tahun ke atas. Kalangan anak muda usia 20 tahun juga mulai ada yang terkena kanker kolorektal, serta usia 30 sampai 40 tahun juga bisa kena," ujarnya. 

Lebih lanjut Dekan Fakultas kedoktetan UI ini menjelaskan, bahwa faktor risiko lainnya adalah masih banyak yang merokok. Satu dari tiga orang dewasa merokok, obesitas tinggi, yang menyebabkan kanker kolorektal atau usus besar.

Baca Juga: Terungkap! Honor Manggung Pertama The Changcuters hingga SOP Baru Usai Insiden Vokalisnya Jatuh Pingsan

Ari menjelaskan 70 persen kasus kanker usus besar ditemukan saat sudah ditemukan pada stadium lanjut. Meski peluang kesembuhan semakin berkurang, yaitu di bawah 50 persen.

Sementara gejala yang kerap tidak disadari adalah sulitnya buang air besar atau pendarahan. Puncaknya terjadi pendarahan yang akhirnya muncul benjolan tumor.

"Makanya diperlukan skrining dan meminta pemerintah melakukan skrining massal. Ini juga berkaitan dengan kolorektal skrining," ucapnya.

Tags

Terkini