RIAUMAKMUR.COM - Terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melibatkan petani milenial mendapatkan apresiasi dari petani di Madiun, Jawa Timur. Apalagi dengan tawaran gaji Rp 10 juta per bulan, diharapkan mampu menarik minat anak muda menjadi petani.
"Ini sangat menarik karena anak muda kurang berminat dibidang pertanian. Apalagi ada Rp 10 juta, semoga ini jadi menarik untuk anak muda," kata Penasihat Petani Milenial Madiun, Irwan Budiyanto dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, seperti dikutip pada Kamis (21/11/2024).
Irwan mengatakan sejumlah anak muda di Madiun ikut mendaftar dalam Brigade Pangan, yang merupakan program dari Kementerian Pertanian.
Umumnya mereka sudah memiliki ketertarikan disektor pertanian, hanya jadi tantangan adalah minim permodalan dan teknologi.
Menurutnya program petani milenial, tidak melulu mendapatkan uang Rp 10 juta per bulan tetapi paling penting pengalaman. Selain itu, kemampuan teknologi dibidang pertanian semakin berkembang.
Menurutnya petani era saat ini, harus mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki pasar (market). Petani milenial tidak mesti memiliki lahan luas untuk berproduksi.
Baca Juga: Pentingnya Peranan Generasi Muda Terdidik untuk Memajukan Kota Palangka Raya
Dia mencontohkan ada petani milenial memiliki greenhouse hidroponik dan melon premiun dan bekerjasama dengan perusahaan. Hidroponik dan greenhouse melon dikembangkan di lahan pekarangan rumah.
"Petani yang mengikuti perkembangan teknologi dan berorientasi ke market (Pasar), tidak hanya produksi. Tidak melulu punya lahan luas, kita optimalkan pertanian modern dan ramah lingkungan," katanya.