berita

KPK Buka Penyidikan Baru Pengolahan Karet di Kementan

Jumat, 29 November 2024 | 19:30 WIB
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu. (Antara)

RIAUMAKMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Pengadaan dimaksud terkait fasilitas pengolahan karet pada Kementerian Pertanian (Kementan) RI, tahun anggaran 2021-2023.

“Kami sedang menangani perkara terkait pengadaan, saya namanya lupa ya, tapi asam yang digunakan untuk mengentalkan karet. Kalau dulu dibilangnya asam semut,” kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu di Kantornya, Jakarta, Kamis (28/11/2024).

Asep menambahkan, pihak Kementan membeli produk tersebut untuk selanjutnya disalurkan petani. Namun, diduga terjadi penggelembungan harga atau mark up.

Baca Juga: Operasikan Tower 20 KV Kangean-Mamburit Madura, PLN Terangi Ratusan Rumah

“Cuma yang terjadi adalah penggelembungan harga. Jadi, harga yang tadinya dijual misalnya Rp10 ribu per liter, menjadi Rp50 ribu liter,” ujar Asep.

Ia mengungkapkan, KPK telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun, Asep belum menjelaskan identitas lengkap tersangka, karena proses penyidikan masih berjalan.

“Untuk tersangkanya nanti ya karena saya agak lupa-lupa ingat. Termasuk kerugian negaranya nanti kita sampaikan,” ucapnya.

Baca Juga: Wamen Kebudayaan Ajak Keluarga Jadi Penyensor Film Anak

KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi untuk mendalami kasus tersebut pada Kamis pekan ini. Salah satunya ialah seorang karyawan bernama Arsad Nursalim.

Biro Umum dan Pengadaan Kementan (2019-2024), Reny Maharani juga dijadwalkan diperiksa. Direktur PT Sintas Kurama Perdana periode Mei 2020-Oktober 2024, Rosy Indra Saputra pun demikian.

Tags

Terkini