RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan, bangsa tak boleh terus bergantung pada garam impor yang menguntungkan investor asing. Untuk itu Trenggono mendorong pembangunan industri garam domestik dengan investasi yang tidak terlalu mahal.
Ia menargetkan Indonesia tak lagi impor garam industri 2027. Saat ini, kebutuhan garam industri sekitar 3 juta ton, sedangkan konsumsi mencapai 2 juta ton.
"Saya sudah janji soal garam untuk industri 2027 tidak lagi import kebutuhan industri kira-kira sekitar 3 juta ton. Kebutuhan konsumsi untuk kepentingan konsumsi kira-kira 2 juta ton atau 5 juta ton bangsa harus impor," ucap Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP), Sakti Wahyu Trenggono dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024 di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Baca Juga: Mentan Optimis Sumut Capai Target Produksi Padi di 2025
Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah awal membangun industri garam dalam negeri. Setelah itu, pihak swasta dapat ikut berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Trenggono menyebut, garam lokal harus memenuhi standar kualitas seperti kadar NaCl minimal 97 persen. Dengan bahan baku yang tersedia, garam dapat diolah menjadi berbagai jenis, termasuk untuk farmasi.
Ia optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada garam dengan kerja sama pemerintah dan swasta. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dan kemandirian bangsa.